1 Balita Korban Hanyut di Pantai Goa Cemara Bantul belum Ditemukan

Ilustrasi: Proses pencarian korban hanyut di pantai (dok. cakrawala)

YOGYAKARTA – Pasca tujuh wisatawan tergulung ombak di Pantai Goa Cemara Bantul, pada 6 Agustus 2020 lalu, hingga hari ke-4 pencarian korban, satu balita masih dinyatakan hilang. Sementara enam korban lainnya telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Humas Basarnas DIY,  Pipit Eriyanto menjelaskan, pada hari ke-4 ini, tim gabungan dibagi menjadi sepuluh regu. Pencarian dimulai sejak pukul 05.00 WIB dengan menyisir beberapa pantai di Bantul dan Kulon Progo. Baik melalui jalur laut maupun darat, serta penggunaan drone.

“Jika korban ditemukan, maka akan kami evakuasi menuju Rs Bayangkara menggunakan ambulans. Kami telah berkoordinasi dengan Polres Bantul,” jelas Pipit dalam keterangan tertulisnya, Minggu (9/8/2020).

Baca Juga:  Ini Rekomendasi Forpi untuk Atasi Keluhan Pedagang XT Square

Berdasarkan informasi dari Posko SAR Gabungan Ops SAR Pantai Goa Cemara, per 9 Agustus 2020, pukul 05.00 WIB, keenam korban yang telah dievakuasi dan diidentifikasi yakni:

1. Ulli Nur Rahmi (P/28 th/Sleman), dievakuasi pada 6 Agustus 2020, pukul 09.30 wib di pantai Goa Cemara, Bantul.

2. Ahmad Nur Fauzi  (L/30 th/Sleman) dievakuasi pada 6 Agustus 2020, Pukul 09.30 wib di pantai Goa Cemara, Bantull

3. M. Fazir Zakir A. (L/8 th/Sleman) dievakuasi pada 7 Agustus 2020, pukul 19.10 wib di Pantai Pandansimo, Bantul

4. M. Riski Romadhon (L/7 th/Sleman), dievakuasi pada 8 Agustus 2020, pukul 08.45 wib di Pantai Indokor, Bantul

5. Joko Widodo (L/38 th/Sleman), dievakuasi pada 8 Agustus 2020, pukul 09.45 wib di Perairan Galur, Kulon Progo,

Baca Juga:  Ini Update Korban Bencana Tsunami di Selat Sunda

6. Muhammad Zidan Abrori (L/8 th/Sleman), dievakuasi pada 8 Agustus 2020, pukul 11.15 WIB, di Pantai Indokor, Bantul.

Sedangkan korban yang masih dinyatakan hilang seorang balita laki-laki usia 4 tahun atas nama Akhmad Choirul F.

Sementara Kasubsi operasi Kantor Basarnas DIY, Asnawi Suroso mengaku, gelombang tinggi yang terjadi di pesisir selatan saat ini cukup menyulitkan proses pencarian korban melalui jalur air.

Menurutnya, jumlah personel gabungan yang dilibatkan dalam proses pencarian korban sejak hari pertama hingga kini sekitar 300 orang.

BMKG DIY: Gelombang Tinggi hingga 13 Agustus

Sementara dihubungi terpisah, Kepala Stasiun Klimatologi (Staklim) BMKG DIY, Reni Kraningtyas memprediksi, gelombang tinggi yang bisa mencapai 5 meter masih akan berlangsung hingga 13 Agustus mendatang.

Baca Juga:  Jadwal Pemadaman Listrik di DIY per 12 Maret 2019

“Saat ini merupakan puncak kemarau sehingga angin umumnya bertiup dari Timur sampai dengan Tenggara. Biasanya pada musim kemarau sering munculnya daerah tekanan udara tinggi di perairan sebelah barat Australia,” papar Reni kepada kabarkota.com.

Untuk itu pihaknya mengimbau agar masyarakat maupun wisatawan yang berada di pesisir selatan tidak mandi di laut atau bermain di bibir pantai.

“Nelayan dengan perahu kecil sebaiknya juga tidak melaut dulu, dan menambatkan kapal di tempat aman,” harapnya.

Selain itu, lanjut Reni, masyarakat juga harus memperhatikan arahan dan himbauan dari petugas SAR di sekitar pantai, serta mengikuti update informasi tinggi gelombang dari BMKG DIY. (Rep-01)