16 Desa Wisata di Jogja, Sleman, Bantul, dan Kulonprogo yang Wajib Dikunjungi

Ilustrasi: salah satu sudut Sanggar Peni di Desa Wisata Krebet. (Sutriyati/kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Libur panjang anak sekolah sebentar lagi tiba. Sudah menjadi semacam tradisi setiap musim liburan tiba, obyek-obyek wisata di DIY menjadi tujuan favorit para wisatawan, baik lokal, nasional, maupun wisatawan manca Negara.

Nah yang juga tak kalah menarik untuk dikunjungi saat liburan nanti adalah desa wisata yang ada di Yogyakarta. Sedikit berbeda dengan obyek wisata lainnya, di desa wisata ini, para pengunjung juga akan disuguhi berbagai kekhasan yang dimiliki masing-masing wilayah, sekaligus bisa berbaur langsung dengan masyarakatnya. Jadi, tidak sekedar berwisata tetapi juga belajar dan berinteraksi langsung dengan orang-orang di desa wisata yang Anda kunjungi.

Jika masih bingung desa wisata mana saja yang bisa dijadikan referensi untuk melewati liburan panjang di Yogyakarta, ini dia 16 daftar desa wisata khususnya yang ada DIY, dengan ciri khasnya masing-masing.

1.Desa Kasongan
Terletak di Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, berjarak sekitar 6 km dari kota Yogyakarta, Dusun Kasongan sudah terkenal sejak lama. Terdapat banyak produk kualitas ekspor yang tersedia : peralatan rumah tangga seperti piring, mangkuk dan guci. Pengunjung tidak hanya dapat berbelanja tetapi juga dapat menikmati secara langsung proses pembuatan keramik sambil bertanya jawab dengan pengrajin.

2.Desa Wisata Pucung
Pucung dikenal sebagai desa perajin patung primitive. Desa tetangga Kasongan ini sangat produktif dengan patung primitive yang terbuat dari kayu mahoni dan jati. Ide dan desain patung-patung ini bersumber dari pola dan tema tradisional dari berbagai daerah seperti Asmat, Dayak, Aborigin dan sebagainya. Tema ini kemudian dikembangkan menjadi ornament benda fungsional seprti meja sudut, tempat lilin, dan lain-lain, atau berdiri sendiri sebagai elemen estetik.

3.Desa Wisata Tembi
Tembi adalah nama sebuah desa di Selatan Yogyakarta. Nama dsa ini kemudian diadaptasikan menjadi sebuah lembaga kebudayaan Rumah Budaya Tembi (Rumah Budaya TEMBI) menempati lahan seluas 3000 m2, memiliki fasilitas-fasilitas antara lain: Pendopo, Ruang Galeri, Perpustakaan dan Ruang Baca Perpustakaan, Rumah Dokumentasi Budaya.

4.Desa Wisata Pundong

Pundong merupakan wilayah Kecamatan di Kabupaten Bantul yang memiliki sebuah Desa yang bernama Panjang Rejo. Dusun Panjang Rejo merupakan salah satu Dusun yang memiliki Potensi Industri Kerajinan Grabah dan merupakan mata pencaharian pokok masyarakat setempat dan unik, berupa Aksesoris (Vas Bunga, Asbak, Tempat pensil/lilin, dll) serta berupa mainan dan cindera mata untuk pengantin. Disamping sebagai pusat Industri Grabah dea Panjang Rejo dengan alam pedesaan karakter kehidupan masyarakat dan dilengkapi berbagai kesenian tradisional. Keberadaan Pundong, Desa Panjang Rejo sangat strategis, disebelah timur ± 1 km. jalan menuju ke Parangtritis atau ± 25 km. arah selatan Yogyakarta. Untuk mencapai Pundong Desa Panjangrejo dijangkau dengan alat angkutan umum menuju Parangtritis.

5.Desa Wisata Krebet
Terletak di Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, ± 12 km sebelah barat daya dari Yogyakarta. Terdapt ± 400 pengrajin yang bekerja di 14 Sanggar Seni dengan produk atau kerajinan utama, topeng, batik, patung kayu, patung asmat. Selain itu di dusun ini juga tersedia penginapan berbentuk khas tradisional dalam rangka menarik wisatawan untuk dating dan menginap. Setiap bulan September diadakan Upacara Ritual Bersih Dusun untuk mensyukuri hasil panen masyarakat setempat.

6.Desa Wisata Tanjung
Desa Wisata Tanjung terletak 5 km sebelah Utara Monumen Jogja Kembali (Monjali). Disana terdapat rumah Joglo di Desa Wisata Tanjung. Bangunannya yang besar serta halamannya yang luas dan Pendoponya yang dapat menampung 100-200 orang lesehan. Tiang penyangga di bagian depan bangunan tersebut terbuat dari kayu nagka yang sudah berumur ± 200 tahun, pada tiang dan dinding kayu di ruang bagian dalam terdapat relief gaya kuno.

7.Desa Tanjung

meliputi 3 (tiga) pendukuhan yaitu: Tanjung, Panasan, dan Bantarjo. Jumlah penduduknya ± 1.595 orang dan rumah penduduk ± 320 buah, dibagi dalam 6 RW dan 11 RT. Mayoritas penduduknya adalah petani. Sawah yang ada disekitarnya untuk latihan Mluku, Nggaru, Tandur, Panen, Angon Bebek dan lain-lain. Sedangkan sawah atau jurit malam dipergunakan untuk Pramuka menguji mental dan dapat menjadi muatan local / local content untuk pelajaran-pelajaran di sekolah bagi bapak dan ibu guru.

8.Desa Wisata Ketingan
Desa Wisata Ketingan merupakan habitat dari ribuan burung Kuntul dan Blekok yang saat in sudah sangat langka ditemui di Pulau Jawa. Lokasi Desa Wisata Ketingan terletak di Desa Tirtiadi, Mlati Sleman, 10 km dari Kota Yogyakarta. Disamping memiliki nuansa kehidupan pedesaan yang masih kental dengan adat Jawa, juga memiliki potensi Idustri kerajinan rumah tangga berupa Industri emping Mlinjo, Industri Kerajinan Bambu dan Jamu Tradisional Jawa, sehingga sangat cocok sebagai Obyek Wisata Pendidikan.

9.Desa Wisata Bobung Putat
Hampir semua masyarakat bermata pencaharian menjadi pengrajin topeng kayu dan kerajinan batik kayu lainnya. Bobung juga sangat mudah dijangkau sarana lalu lintas yang ada, termasuk bus wisata. Wilayah ini berjarak sekitar 30 km arah timur kota Yogyakarta. Untuk menuju desa wisata initidaklah terlalu sulit, selain lokasi jalannya yang sudah beraspal juga dilalui dengan angkutan umum.

10.Agro Wisata Salak Pondoh

Merupakan kawasan seluas ± 75 ha yang oleh masyarakat setempat ditanami khusus tanaman salak pondoh. Obyek wista inidengan haw sejuk akan hidup dengan mudah khususnya buah salak pondoh, saat ini sudah terebar di seluruh Jawa. Lokasi obyek wisata ini masuk wilayah Desa Bangunkerto, Kecamatan Turi,Kabupaten Sleman ± 25 km arah Utara Yogyakarta,jalan beraspal baik dapat ditempuh dengan kendaraan bus, dan mini bus. Fasilitas yang ada gardu pandang, kolam pemancingan, becak air, arena bermain anak-anak, tempat pertemuan, jalan setapak ke kebun salak dan kios penjualan salak pondoh.

11.Desa Palgading
Di desa Palgading (ke arah Kaliurang), Ngaglik, Sleman merupakan sentra pengrajin tas handmade. Bahkan produk tas dari daerah ini menjadi langganan tetap bagi importer manca negara. Selain tas dari bahan kulit, pengrajin desa Palgading ini juga memanfaatkan bahan dasar alamiah seperti mendong. Pelepah pisang, enceng gondok, bahkan kertas koran dan kertas semen. Kerapian dan kekuatan merupakan keunggulan dari tas produksi Palgading.

12.Desa Wisata Sumber Agung

Di daerah Sumber Agung, Moyudan, Sleman terdapat sentra pembuatan perabot rumah tangga dari bambu. Dari kotak sampah, tempat tisu sampai tempat aksesoris dibuat dengan bentuk yang unik dan menarik. Bahkan produknya sudah diekspor sampai ke negara-negara Eropa. Di tempat ini, wisatawan dapat memesan perabotan sesuai dengan keinginan.

13 Desa Wisata Gendeng
Desa Wisata Gendeng (sebelah selatan Jogja) merupakan sentra perajin Wayang Kulit. Paling tidak saat ini terdapat 10 orang perajin. Terbuat dari kulit Kambing dan Kerbau pilihan, pembuatan wayang ternyata sangatlah rumit. Selain untuk hiasan dinding, ternyata kerajinan Wayang Kulit ini juga bisa diperuntukkan buat kap lampu, kipas, souvenir perkawinan, gantungan kunci bahkan pembatas buku.

14 Kotagede

Selain toko-toko yang berjejer di pinggir jalan, di lorong-lorong kecil terdapat banyak perajin rumahan. Setiap toko memiliki dapur-dapur perak dimana wisatawan bisa melihat secara langsung proses pembuatannya. Proses dari bentuk lempengan-lempengan putih hingga menjadi perhiasan seperti kalung, anting, cincin atau perabot lainnya seperti sendok, tempat garam, miniatur kendaraan sampai miniatur candi. Bahkan disini terdapat museum perak, tepatnya di Jl. Kemasan, Kotagede, dimana wisatawan dapat mengetahui secara detail sejarah dan perkembangannya sampai saat ini.

15.Agro Wisata Buah Naga
Kebun agrowisata yang terletak pinggiran Pantai Glagah memiliki lahan seluas 2,2 hektar (ha) yang sudah dihijaukan buah berwarna merah (dikenal dengan nama buah naga) dan yang sedang dalam perintisan seluas 2,8 ha. Buah naga banyak disukai warga Amerika. Sebab selain rasanya yang enak juga bisa menstabilkan gula darah, serta meningkatkan stamina tubuh. Kecuali itu juga bisa untuk memulihkan kinerja saraf jantung. Pengelola kebun agrowisata bernama “Kusumo Wanadri” itu adalah Romo DR Paulus Tribrata Br M Th MM. selain untuk berkebun ternyata di lahan itu juga untuk tempat pembinaan bagi anak nakal, preman, serta pecandu narkoba.

16.Agro Wisata Kebun Plasma Nutfah Pisang
Kebun Plasma Nutfah Pisang adalah sebuah kebun berbagai macam varietas pisang yang terdapt di seluruh Indonesia maupun mancanegara. Keberadaan kebun ini dikhususkan untuk wisata pendidikan dan penelitian. Areal seluas 2,5 ha ini berlokasi di bagian selatan kota Yogyakarta tepatnya di desa Malangan. Jarak tempuh dari pusat kota kira-kira 8 km. Meskipun berlokasi di pinggiran kota, namun dapat memberikan sentuhan suasana khas dan alami sehinga menciptakan daya tarik tersendiri. (tipswisatamurah dot com)