“Kasus Intoleran Marak, Perlu Community Building”

SLEMAN (kabarkota.com) – Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Atmajaya Yogyakarta (Fisip UAJY), MC. Ninik Sri Rejeki mengatakan, community building diperlukan untuk membendung kasus intoleran yang akhir-akhir ini marak terjadi di DIY.

Ninik menyebutkan, ada dua jenis komunitas yang bisa dibangun, yakni community of affirnity untuk komunitas yang memiliki kesamaan budaya, serta community of otherness untuk kelompok yang berbeda-beda.

Baca Juga:  Forpi pantau Implementasi Kawasan Tanpa Rokok di Kota Yogya, Ini Hasilnya

"Ini (community of otherness) penting untuk mengembangkan empati dan dialog demi kemaslahatan hidup bersama", kata Ninik.

Terkait dengan adanya Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Ninik menilai peran mereka kurang besar. Padahal seharusnya mereka bisa menjadi motor penggerak sehingga perannya bisa terlihat.

Selain itu, harap Ninik, Sri Sultan Hamengku Buwono X juga turut mendorong berkembangnya community of otherness. Mengingat Sultan sebagai raja keraton Yogyakarta memiliki legitimasi tinggi.

Baca Juga:  Menteri Kelautan: Illegal Fishing Harus Diperangi

"Peran Sultan sangat penting", kata Ninik.

Sultan yang juga Gubernur DIY, sambungnya, dapat mengkoordinasikan hal itu dengan pemerintah pusat, sehingga presiden juga turut mengambil tindakan secara bersama-sama.

Masyarakat Anti Kekerasan Yogyakarta (Makaryo) mencatat sepanjang tahun 2014, sedikitnya ada 9 kasus kekerasan yang belum tertuntaskan di DIY. Dari jumlah tersebut, sebagian di antaranya merupakan kasus intoleransi antarumat beragama. (jid/tri)