Ketika Anak Sering Dibentak, Ini Akibatnya

Ilustrasi (sumber: tribunnews.com)

JAKARTA (kabarkota.com) – Jenis kekerasan verbal seperti bentakan atau umpatan orang tua terhadap anak ternyata berdampak buruk bagi perkembangan anak di masa depan.

Pemerhati anak, Seto Mulyadi atau  Kak Seto mengatakan,  bentakan atau suara keras bisamerusak perkembangan sel saraf otak kanan pada anak yang sedang berkembang sesuai usianya.

"Akibatnya anak rentan mengalami kebodohan," kata Kak Seto di Jakarta, Jumat (5/6).

Baca Juga:  Sepekan Berjalan, Pelayanan Sistem Informasi Desa di Wonokerto Terganggu

Selain memicu kebodohan, kekerasan verbal juga mendorong perilaku agresif pada anak, seperti  melawan atau justru diam saja tanpa melakukan aktivitas apa pun.

Lebih lanjut, Kak Seto menambahkan bahwa orang tua sebenarnya tak boleh menyampaikan kemarahan kepada anak dengan cara-cara kekerasan. Sebagai gantinya, orang tua semestinya memberikan pemahaman kepada anak dengan kata-kata yang positif atau nada-nada yang indah.

"Sampaikan dengan senyum ceria, anak akan lebih terafirmasi positif dan karakter yang terbentuk juga yang bagus," imbuhnya.

Baca Juga:  Anda Pelupa? 9 Tips Sederhana Buat yang Pelupa

Itu penting, mengingat berbagai permasalahan yang melibatkan anak-anak seperti tawuran, bullying, jeratan narkoba, hingga seks bebas itu berakar dari pembentukan karakter anak yang salah dari para orang tuanya sejak kecil.

"Kekuatan kata-kata itu sangat berpengaruh. Kalau kekerasan lebih sering diluapkan bisa merusak karakter anak hingga dewasa," anggapnya. (Suara.com)