40 Kasus Kekerasan Libatkan Anak Terjadi Dalam Enam Bulan

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat, selama tahun 2014 hingga Juli ini, di DIY sudah terjadi sebanyak 30 hingga 40 kasus kekerasan yang melibatkan anak. Kasus tersebut belum lagi ditambah dengan yang terjadi di beberapa daerah lain. Hal ini harus menjadi catatan penting bagi orang tua dan negara.
Untuk itu LPA DIY mengimbau agar Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli, kemarin menjadi pengingat bagi keluarga dan negara. "Hak-hak anak harus bisa penuhi oleh negara," kata ketua LPA DIY, Sari Murti kepada kabarkota.com, Kamis (24/7).
Baca Juga:  Ketua Komisi Belum Terbentuk, Pembahasan Raperda Difabel di Kota Yogyakarta Belum Pasti
Sari Murti mengatakan, mengacu pada Undang-undang nomor 52 Tahun 2009 tentang pembangunan keluarga, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk membantu keluarga memiliki ketahanan fisik, sosial, dan psikologi.
Ia menjelaskan, dari ketiga aspek ketahanan yang dimaksud pada UU tersebut, apa yang semestinya didapatkan anak justru masih belum menjadi prioritas. Padahal anak menjadi salah satu bagian penerus negara. 
"Pemerintah harus hadir membantu keluarga yang rentan agar bisa memenuhi hak anak. Jangan cuma diberi bantuan instan tapi juga mesti diberdayakan," kata alunnus Universitas Gadjah Mada ini. 
Baca Juga:  Eko Prasetyo: Selesaikan Kasus Pelanggaran HAM untuk Menjadi Bangsa Bermartabat
Selain itu, lanjutnya, aturan yang melindungi anak juga ada dalam Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2011. Peraturan itu berisi perlindungan anak yang hidup di jalan. 
Namun, Sari Murti menilai kedua peraturan itu belum benar-benar memiliki 'taring'. Ia menyarankan berbagai pihak agar lebih menaruh perhatian khusus kepada anak.
Pihak sekolah, tuturnya, harus tak hanya menaruh orientasi pada nilai. Orang tua juga harus mempunyai kemampuan menyelesaikan masalah dan memiliki visi dan misi mendidik anak menjaga warga negara yang baik. 
Baca Juga:  Hotel Berdiri, Warga Miliran Yogya Mulai Krisis Air
"Menurut Ki Hadjar, salah satu pendidikan yang utama adalah di rumah itu sendiri," kata dia. (din/kim)