LKY: Masyarakat Menunggu Program Kompensasi

Ilustrasi (sumber: antaranews.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Ketua Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY), Widijantoro mengutarakan, kebijakan pemerintah Presiden Joko Widodo menaikkan harga BBM Bersubsidi kian memberatkan masyarakat. Menurutnya, BBM Bersidi selama ini lebih banyak dikonsumsi masyarakat kalangan menengah-atas.

"Kalau ditanya menerima atau tidak, ya jelas menolak (kenaikan harga BBM)," kepada kabarkota.com, Rabu (19/11) malam.

Meski begitu, ia tak merisaukan jika memang kenyataan harga BBM Bersubsidi harus naik. Akan tetapi, kata dia, yang sedang masyarakat tunggu saat ini adalah program pengalihan kompensasi akibat naiknya harga BBM agar bisa segera dirasakan masyarakat.(Baca juga: Terkait Kompensasi Kenaikan Harga BBM, Ini kata Wabup Sleman )

Baca Juga:  CIQAL: Penyandang Tuna Netra Masih Temui Kendala saat di TPS

Sektor yang paling penting saat ini, yakni pendidikan dan kesehatan. "Ini harus semakin membaik. Kalau pada infrastruktur, saya tak yakin juga, panjang waktunya," ujarnya.

Selain itu, Widijantoro mengingatkan pemerintah untuk memperhatikan upah karyawan dan buruh. Menurutnya, jika upah tidak ikut naik, jelas akan menimbulkan dampak langsung pada kehidupan. "Jangan hanya gaji PNS yang selalu dinaikkan," ungkapnya.

Ia menegaskan, apabila diperlukan harus ada moratorium gaji bagi swasta. Pasal, kualitas hidup pekerja swasta jauh berada di bawah sektor negeri. Sementara, anggaran negara lebih banyak terserap untuk gaji para aparatur negara.

Baca Juga:  BMT punya Peran Strategis ikut Wujudkan Mimpi Indonesia 2024

"Jangan sampai harga BBM naik dan negara hemat tapi tidak berdampak pada masyarakat," kata dia.

AHMAD MUSTAQIM