Penderita Tembus 324 Orang, Sleman KLB Demam Berdarah

SLEMAN (kabarkota.com) – Kabupaten Sleman mengalami kejadian luar biasa Demam Berdarah Dengue (DBD). Menurut catatan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, hingga saat ini terdapat 324 penderita, tiga diantaranya meninggal dunia.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Mafilindati Nurani daerah tertinggi yang mengalami kejadian luar biasa DBD itu adalah Gamping, Depok, Godean, Mlati dan Kalasan. Ia menjelaskan daerah tersebut padat penduduk, sementara nyamuk aedes aegypti ketika berkembang membutuhkan darah manusia sehingga menyukai daerah padat penduduk.
Baca Juga:  Wacana Upah Minimum Sektoral Kembali Dimunculkan, Bagaimana Nasib Buruh Informal?
"Untuk mengatasi perkembangan penyakit ini adalah dengan mengawasi perkembangan nyamuk. Yang bisa dilakukan ketika akan menguras bak
mandi harus disikat bersih. Sebab jika tidak masih ada jentik dan bisa berkembang," kata dia di Sleman, Jumat (18/7).
Linda mengingatkan saat ini juga masih ada curah hujan, sehingga untuk tandon air harus diperhatikan supaya tak
menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
Ia mengingatkan kepada masyarakat, jika mendadak demam selama dua hari harus segera diperiksakan. Ia juga meminta pada petugas medis jika pasien demam harus dilakukan pengecekan laboratorium.
Baca Juga:  Kisah Mengharukan Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogya Tentang Aksi 212
Anggota DPRD Kabupaten Sleman Huda Tri Yudhayana mengaku perihatin atas kejadian tersebut. Menurutnya anggaran untuk pencegahan sudah ada, termasuk anggaran penanganan dan fogging. "Masalah DBD  ini memang sulit dihilangkan sama sekali. Ini karena berhubungan dengan kesadaran masyarakat juga musim," kata dia.
Huda mengharapkan untuk daerah yang terkena DB ditangani secara baik, sehingga jangan sampai ada korban jiwa. "Saya minta dinkes lebih mengintensifkan koordinasi dan komunikasi dengan jejaring kesehatan di desa dan dusun. Hal ini untuk mengidentifikasikan berbagai masalah kesehatan, terutama yang memerlukan penanganana khusus," ujar dia. (din/rin)
Baca Juga:  Berikut Evaluasi BEM KM UGM Jelang Dua Tahun Kepemimpinan Jokowi