Peralatan Militer Diproduksi, Presiden SBY Bantah Ingin Bangun Militer Agresif

SLEMAN (Kabarkota.com) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan TNI dituntut untuk cerdas, trampil dan adaptif dalam menghadapai berbagai ancaman. Ancaman itu bisa tradisional maupun non-tradisional. Termasuk  juga peperangan modern yang sarat teknologi yang canggih
Menurut SBY, dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir ini, TNI telah melakukan penambahan alusista, tingkat profesionalisme dan kecakapan. Selain itu juga peningkatan kesejahteraan.
"Kita telah mengembangkan daya industri pertahanan nasional menuju ke kemandirian. Kebijakan kita sangat jelas, alusista dan peralatan militer kita telah dapat diproduksi dalam negeri wajib kita adakan," kata SBY dalam Upacara pelantikan  Prasetya Perwira (Praspa) Taruna TNI (AD, AL dan AU)  di lapangan Dirgantara, Kampus Akademi Angkatan pada Kamis (26/5). 
Baca Juga:  Sidak Fasilitas Umum di Malioboro, Ini Temuan Forpi Yogya
SBY meminta agar TNI dapat melawan teroris. Selain itu juga dalam penanggulangan bencana harus handal.
"Kita ingin agar TNI sebagai pertahanan negera handal. Tentara kita harus terlatih menggunakan peralatan senjata dan militer. Terlatih bermanuver militer secara baik. Terdidik dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu dipersenjatai dengan alusista yang semakin canggih," kata dia.
Meski demikian, dia membantah jika ingin membangun militer yang agresif. Sebab Indonesia cintai damai.
Baca Juga:  Pilkada Kota Yogya, Inikah Calon yang akan diusung PPP dan PDIP?
"Kedaulatan NKRI adalah harga mati. Kita hanya ingin TNI memiliki kemampuan yang tangguh demi tegaknya NKRI. Mampu meningkatkan operasinya dalam perdamian dunia," kata dia.
SBY mengatakan negara luar terus meningkatkan kemampuannya. Dia pun berharap TNI dapat meningkatkan kebijakan startegi dan pertahanan.
"Para pemimpin TNI harus memiliki kemampuan yang kuat, agar kekuataan pertahanan nasional dapat dijaga dan dilindungi," ingat dia.
Salah satu Perwira Remaja, Komang Baskara mengatakan ketika TNI dituntut cerdas, trampil dan adapatif dalam menghadapi tantangan maka dia mengatakan harus siap. 
Baca Juga:  BPPOM DIY: Waspadai Produk Makanan-Minuman Ilegal
 "Saya di matra udara. Sehingga saya mempelajari hal-hal teknis di matra tersebut," kata dia.
Jumlah perwira remaja yang dilantik dari Akmil ada 249, AAL ada 99 dan AAU ada 105. Perwira tersebut langsung memperolah dua gelar yakni pangkat Letnan Dua juga gelar sarjana Sarjana Sains Terapan Pertahanan. (din/rin)