Sambut GMT 2016, Kemenpar Gelontorkan Rp 20 Milyar

Ilustrasi (youtube.com)

TANJUNG PANDAN (kabarkota.com) – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyebut, fenomena spektakuler Gerhana Matahari Total (GMT) yang akan terjadi pada 9 Maret mendatang, akan menciptakan pergerakan wisatawan nusantara.

Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, di Tanjung Pandan, baru-baru ini mengatakan, GMT akan melewati sedikitnya tujuh kota besar di Indonesia. Antara lain, Tanjung Pandan, Palembang, Palangkaraya, Balikpapan, Palu, Ternate, dan Sofif.

“Bagi kami, fenomena spektakuler ini merupakan peluang untuk menciptakan pergerakan wisatawan nusantara, bahkan meningkatkan angka jumlah kunjungan wisatawan mancanegara,” kata Arief seperti dilansir laman Kemenpar.

Pihaknya memprediksi, dampak langsung dari fenomena alam yang terhitung langka tersebut, berupa pergerakan sebesar 5 juta wisatawan nusantara di sejumlah jalur Gerhana Matahari (GM), dan akan terjadi 50 ribu pergerakan wisatawan nusantara di 12 wilayah yang terkena GMT.

Sementara untuk kunjungan wisatawan mancanegara di wilayah Gerhana Matahari akan mencapai 100 ribu wisatawan.

“Di sejumlah kota yang tersebar 12 provinsi terjadi GMT akan hadir 10 ribu wisatawan mancanegara,” sebutnya.

Baca Juga:  Masyarakat Yogya Antusias Saksikan Gerhana Matahari di Alun-Alun Utara

Angka-angka tersebut, menurut Arief, berdasarkan perkiraan kecendrungan capaian kunjungan wisatawan setiap tahunnya yang diformulasi  dengan ketetapan target kunjungan. Asumsi tersebut juga didasarkan pada kondisi bahwa 12 daerah yang terkena Gerhana Matahari Total tersebut bukanlah daerah-daerah kantong kontributor wisatawan yang telah ditetapkan dalam tiga greater.

“Dari perkiraan tersebut, dampak langsung pendapatan negara dari belanja wisatawan diprediksikan  akan mencapai Rp 200 Milyar,” harap Menpar.

Dampak lainnya yang diperoleh dari Fenomena spektakuler itu, kata Arief berupa perolehan media value. Ia memperkirakan, dalam 10 hari mulai dari pre-event, on-event  dan post-event GMT, jika media TV dan Non TV se- Indonesia mengabarkan fenomena spektakuler ini sebanayk 10 kali saja, maka akan senilai dengan belanja media seharga Rp 400 Milyar.

Dalam Jumpa Pers sebelumnya, bersama sejumlah Gubernur yang daerahnya dilalui oleh Gerhana Matahari Total, telah berkomitmen untuk memeriahkan fenomena spektakuler dengan sejumlah atraksi budaya dan aktivitas sosial- ekonomi masyarakat.

Baca Juga:  2015, Ini Program Baru Pariwisata Magelang

Kementerian Pariwisata juga telah menggulirkan anggaran belanja negara untuk anggaran promosi senilai Rp 20 Milyar. Dengan investasi negara tersebut, negara diharapkan akan meraup untung dari pendapatan sebesar Rp 600 Milyar.

GMT 2016 dijadikan sebagai momentum untuk meningkatkan kunjungan wisman karena peristiwa fenomena alam yang langka hanya terjadi dalam 350 tahun sekali itu banyak diminati wisatawan dari kalangan;  astronom dan peneliti,  komunitas astronomi, fotografer, maupun wisman dan wisnus termasuk masyarakat setempat.

Peristiwa GMT juga mempunyai nilai pemberitaan (value news)  dan promosi yang tinggi. Sebagai perbandingan (benchmarking) ketika terjadi GMT 2012 di Queensland, Australia berhasil menarik sebanyak 60 ribu pengunjung termasuk 1.200 peneliti dari Jepang yang datang dengan mencater pesawat. Peristiwa tersebut mempunyai nilai promosi yang tinggi karena disaksikan sekitar 20 juta orang lewat NASA live broadcast .

Baca Juga:  Pengembangan Wisata Goa di Gunung Kidul Terbelenggu

Upaya mensukseskan GMT 2016 dilakukan Kemenpar bersama stakeholder pariwisata antara lain dengan membuat brand/logo/tagline “Total Solar Eclipse Indonesia 2016” kemudian  dijadikan sebagai campaign theme di bursa pariwisata internasional seperti ITB Berlin, WTM, JATA, DEMA, Cruise Shipping Miami, dan MATTA. Event GMT 2016 juga dipromosikan di berbagai media cetak dan elektronik internasional, online media, OOH Media (welcome billboard dan Wonderful Indonesia at hot air baloons), mailing list, astronomer online forum, Yahoo Group, sosial media, maupun melalui merchandise  dalam rangka  eclipse awareness campaign. Selain itu bekerjasama dengan pelaku usaha pariwisata dipersiapkan paket tour antara lain; eclipse regatta, eclipse goft tour, eclipse trekking or cycling, dan nature wonders package. (Rep-03/Ed-03)