Tak Kunjung Dibebaskan, Begini Kondisi WNI Korban Penyanderaan di Filipina

Menlu RI, Retno LP Marsudi (riauonline.co.id)

JAKARTA (kabarkota.com) – Pemerintah RI melalui Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno LP Marsudi mengklaim terus berkomunikasi dengan pihak pemerintah Filipina, guna mencari cara terbaik untuk membebaskan Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penyanderaan oleh kelompok militan Abu Sayyaf di negara tersebut.

Retno juga menyampaikan, komunikasi terakhir dilakukan jelang kepulangan rombongan Presiden RI dari lawatan di Belanda.

Baca Juga:  Soal Teror, Amien Rais Maafkan, tapi...

“WNI alhamdulillah sampai saat ini masih dalam kondisi baik,” ujar Retno di Jakarta, seperti dilansir laman Setkab, Minggu (24/4/2016).

Pemerintah, tegas Retno, terus mencari cara penyelesaian terbaik guna membebaskan 14 WNI tersebut.

Sementara, Antara melansir, sampai dengan saat ini, penculikan terhadap WNI yang berprofesi sebagai pelaut dan berlayar dari ataupun menuju perairan Indonesia, di perairan Laut Sulu, dan wilayah Filipina sudah terjadi dua kali.

Baca Juga:  OBR: Menari, simbol Perlawanan kekerasan terhadap perempuan

Pertama, pembajakan kapal tunda Brahma 12 dan kapal tongkang Anand 12 yang berlayar dari Banjarmasin ke Filipina, pada 15 Maret 2016. Sebanyak 10 WNI disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina Selatan.

Kedua, pembajakan terhadap kapal tunda Henry dan kapal tongkang Cristi yang berlayar dari Cebu, Filipina ke Tarakan, Kalimantan Utara, pada 15 April 2016.

Dalam insiden tersebut, 10 anak buah kapal itu seorang diantaranya tertembak, lima orang selamat dan empat pelaut WNI disandera, sedangkan identitas kelompok penyendera belum diketahui pasti. (Rep-03/Ed-03)