Hingga Batas Akhir, Ratusan Buruh di Yogya Belum Terima THR

Ilustrasi: perwakilan buruh pabrik yang mengadu ke sekretariat ABY, Rabu (29/6/2016) karena THR tak dibayarkan (dok. aby)

SLEMAN (kabarkota.com) – Aliansi Buruh Yogyakarta (ABY) mencatat, hingga batas akhir pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan, sebagaimana yang diatur dalam Permenaker No 6 Tahun 2016, masih ada sedikitnya 800 buruh di dua perusahaan di Sleman dan Kota Yogyakarta belum menerima haknya tersebut.

Sekjen ABY, Kirnadi menyebutkan, dua perusahaan yang dimaksud adalah PT STARLIGHT THERMOPLAST di jl magelang km 14 tempel sleman, dan CV CRISMA GRAFINDO di jl magelang km 2 yogyakarta.

Baca Juga:  Siapa yang Menunggangi Aksi Mahasiswa? Ini Kata Menristekdikti

“Permenaker No 6 tahun 2016 tentang THR jelas menyebutkan bahwa: semua pekrja berhak mendapakan Tunjangam Hari Raya maksimal 7 hari sebelu
m hari raya, atau tanggal 29 Juni 2016, pukul 14.00 WIB. Namun dalam prakteknya masih banyak perusahaan yang tidak menjalankan aturan tersebut,” sesal Kirnadi melalui siaran pers yang diterima kabarkota.com, Kamis (30/6/2016).

otal karyawan di PT Starlinght yg belum mendapatkan THR lanjut Kirnadi, ada sekitar 500-600 buruh. Sedangkan di CV CRISMA GRAFINDO ada 200 buruh.

Baca Juga:  Polisi Jelaskan soal Rekaman CCTV Pelaku Pelemparan Molotov di Sleman

Pihaknya mengaku telah melakukan koordinsi dengan Disnaker, agar ada penegakan hukum, sesuai aturan untuk pekerja mendapatkan hak-haknya. (Rep-03/Ed-03)