Pengawas Pilkada Kota Yogya harus menggunakan smartphone, ini alasannya

Ilustrasi: Dua aplikasi Bawaslu yang akan digunakan dalam pengawasan Pilkada berbasis IT. (dok. istimewa)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Kota Yogyakarta terpilih menjadi salah satu pilot project untuk pengawasan Pilkada 2017 berbasis information technology (IT). Hal tersebut diungkapkan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY, Muhammad Najib, di kantornya, Kamis (11/8/2016).

Menurut Najib, Kota Yogyakarta dipilih sebagai proyek percontohan nasional karena banyak pengawas yang berasal dari kalangan mahasiswa yang familiar dengan penggunaan IT.

Baca Juga:  Presiden SBY Datang, Yogya Panen Aksi

“Pengawas TPS harus familiar dengan IT dan setidaknya memiliki smartphone,” kata Najib.

Petugas nantinya, lanjut Najib, bisa menggunakan aplikasi khusus, Gowaslu Pengawas, dan video tutorial tentang simulasi yang akan dilakukan saat di lapangan.

Sementara, untuk mempercepat proses perekaman dan perekapan hasil pengawasan, Bawaslu juga menyiapkan aplikasi yang dinamai Gowaslu, yang sifatnya nasional.

“Itu (Gowaslu) di luar PPS tetapi levelnya di atas PPS yang bisa menggunakan,” imbuhnya. (Rep-03)

Baca Juga:  Ma'ruf Amin Temui Pimpinan Pondok Pesantren Krapyak, Apa yang Dibicarakan?

Ditambahkan Najib, selain Kota Yogyakarta, DKI Jakarta juga terpilih sebagai proyek percontohan penggunaan IT untuk pengawasan Pilkada 2017 mendatang. (Rep-03/Ed-03)