Gara-gara pisang, pria Bantul akan terbang ke Italia

Petani pisang asal Bantul, Lasiyo Syaifudin saat menunjukkan tanaman pisang hasil budidayanya, Rabu (17/8/2016). (Anisatul Umah/kabarkota.com)

BANTUL (kabarkota.com) – Petani pisang asal Bantul, Lasiyo Syaifudin akan mempromosikan 17 varietas pisang di Italia pada (20/8/2016) mendatang.

Saat menghadiri Banana Forum didampingi Komunitas Slow Food Yogyakarta ini nantinya, Lasiyo akan memperkenalkan pisang Raja Bagus, Raja Bulu, Raja Sere, Raja Jengkel, Kapok Kuning, Ambon Kuning, Ambon Lumut, Raja Pulut, Raja Kidang, Kojo atau Pisang Susu, Raja Sewu, Pulut, Kluthuk, Mas Kirana, Gabu atau Koprek dan Pisang Moro Sebo.

Baca Juga:  8 Pantai di Yogya yang lagi Hits untuk Camping

Menurutnya, belasan variestas pisang tersebut harus dijaga kelestariannya, mengingat keberadaannya sudah mulai langka, seperti Pisang Gabu atau Koprek dan Moro Sebo.

“Kebutuhan aneka ragam varietas pisang ini juga masih diperlukan oleh banyak orang,” jelasnya kepada kabarkota.com, Jumat (19/8/2016).

Di temui di dusun ponggok, Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul, Lasiyo menceritakan  bahwa budidaya tananam pisang sebenarnya sangat mudah, asal tahu prosesnya. Lasiyo sudah mengabdikan diri dalam dunia pertanian pisang sejak 20 tahun lalu.

Baca Juga:  GKR Hemas Tolak Pemberhentian Sementara sebagai Anggota DPD RI

“Sejak tahun 1996 saya sudah pengabdian di masyarakat  dalam  Perkumpulan Petani Pemakai Air (PPPA),” imbuhnya.

Sementara, perwakilan dari Komunitas Slow Food Yogyakarta dan Koordinator Ark of Taste Presidia Pisang, Amaliah mengatakan, di Italia, Lasiyo akan mewakili petani Indonesia.
 
“Beliau akan mempromosikan keberagaman pisang lokal dari negara aslinya,” ungkapnya saat dihubungi kabarkota.com.

Amalia menambahkan, Pisang Raja Bagus menjadi pisang lokal unggulan dan digunakan keraton untuk setiap acara. (Rep-04/Ed-03)