Diisukan Memasang Perangkat Deteksi Dini Gempa, Ini Penjelasan PLN

Logo PLN (dok. pln)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Ada saja ulah oknum tak bertanggung-jawab untuk membuat masyarakat resah, dengan membuat ataupun menyebarkan informasi-informasi tak benar (hoax) di tengah bencana yang melanda sebagian wilayah di Indonesia. Salah satunya, pesan berantai satu ini, yang beredar melalui whatsapp grup:

Pihak PLN sementara memasang perangkat deteksi dini gempa malam ini, himbauan jika tiba2 mati lampu, kmudian setelahnya ada tanda lampu kedap kedip tiga kali. Segera SEMUA KELUAR RUMAH,KARENA GEMPA kemungkinan dengan intensitas sangat tinggi terjadi !!! …

Saat kabarkota.com mengkonfirmasikan info tersebut kepada Manajer PLN area Yogyakarta, Eric Rossi Priyo Nugroho, pada Kamis (30/8/2018), pihaknya menyatakan secara tegas bahwa tidak ada alat tersebut di PLN.

Baca Juga:  "Catatan Penonton” Debat Capres Putaran Kedua

“Bisa ditelusuri yang menyebarkan berita di WA tersebut? agar bisa kami lacak dan laporkan ke pihak berwajib,” pintanya.

Pihaknya berharap, agar masyarakat cerdas dalam menyikapi berita di media sosial. Salah satunya, dengan mengakses portal maupun akun media sosial PLN yang resmi untuk memastikan kebenaran berita ataupun update informasi sehingga tidak mudah percaya kabar yang belum tentu kebenarannya. Apalagi sampai menyebarkannya, tanpa dikroscek lebih dulu validitasnya.

Baca Juga:  Jadwal Pemadaman Listrik di DIY per 29 Maret 2019

Sebelumnya, malalui akun instagram @plntv, baru-baru ini, PLN memberikan dua klarifikasi resmi, terkait isu tak bertanggung jawab tersebut.

Klarifikasi 1

Yth. Pelanggan

Sehubungan dengan informasi pemasangan alat deteksi Gempa oleh PLN, kami sampaikan bahwa PLN tidak pernah membuat pernyataan tersebut.

Kondisi yang sebenarnya adalah pada saat terjadi gempa, sistem kami bekerja mematikan perangkat listrik untuk alasan keamanan.

Klarifikasi 2

Pelanggan yang Terhormat

Sehubungan dengan adanya informasi yang beredar di masyarakat mengenai pemasangan alat deteksi gempa oleh PLN, maka kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar.

(sutriyati)