3 Jenis Teknologi ini tak Bisa Dilepaskan dari Revolusi Industri 4.0

Talkshow tentang Revolusi Industri, di Content Creator Fest 2018, di Kampung Metaraman Bantul, Sabtu (20/10/2018). (dok. kabarkota.com)

BANTUL (kabarkota.com) – Revolusi industri 4.0 tak terhindarkan lagi. Era digital adalah salah satu perwujudan dari revolusi generasi keempat ini.

Namun, inovator 4.0 Indonesia, Budiman Sudjatmiko mengatakan, revolusi industri 4.0 tak sekedar ditandai dengan era digital, tetapi juga terkait dengan teknologi, bisnis, model, dan sistem sosial.

Khusus teknologi, kata anggota Komisi II DPR RI, ini, ada tiga jenis teknologi yang tak bisa dilepaskan dari revolusi industri 4.0. Pertama, artificial Intelligence atau kecerdasan buatan. Kecerdasan buatan ini adalah kecerdasan yang ditambahkan pada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah.

Baca Juga:  Aturan Baru Registrasi Kartu Perdana Prabayar segera Diberlakukan

“Lima tahun ke depan, kecerdasan buatan ini akan mengambil alih hampir semua tugas keseharian dan rutin manusia,” kata Budiman dalam Talkshow tentang Revolusi Industri, di Content Creator Fest 2018, di Kampung Metaraman Bantul, Sabtu (20/10/2018).

Kedua, teknologi neuroscience atau neurosains. Yakni bidang ilmu yang mengkhususkan pada studi saintifik dari sistem syaraf. Dengan teknologi ini, jelasnya, memungkinkan pemindaian otak manusia sehingga mampu memetakan tiap-tiap individu.

Baca Juga:  Tips Bikin Ruang Terbuka Hijau di Rumah Sendiri

Teknologi ketiga yang tak bisa dipisahkan dari revolusi industri 4.0, ucap Budiman, adalah genome editing atau gen editing. Editing genetik ini merupakan bentuk rekayasa genetik berupa penyisipan, penggantian, atau pengguntingsan sebagian DNA pada genom suatu organisme hidup dengan menggunakan enzim-enzim nuklease.

Menurutnya, Indonesia memiliki bahan bakar terbesar untuk itu, yang berupa data, sehingga ini menjadi tantangan besar bagi Indonesia. Oleh karenanya, menurut Budiman, Indonesia harus menyiapkan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan itu.

Baca Juga:  KY Harapkan Surat Dewan Pers Dijadikan Pegangan Penyidik Polda Metro Jaya

“Indonesia harus segera membuat cetak biru atas revolusi Industri 4.0,” tegasnya. Dengan begitu, Indonesia bisa menjadi yang terdepan, dengan potensi besar yang dimilikinya tersebut. (Rep-01)