Kuasa Hukum Warga Tolak Bandara Angat Bicara soal Masjid Al Hidayah yang akan Dibongkar

Kuasa Hukum PWPP KP, Teguh Purnomo (dok. istimewa)

KULON PROGO (kabarkota.com) – PT Angkasa Pura I (Persero) berencana membongkar Masjid Al Hidayah yang berada di sekitar lokasi proyek pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA), dalam waktu dekat.

Menangapi rencana tersebut, kuasa hukum Paguyuban Warga Penolak Penggusuran Kulon Progo (PWPP KP), Teguh Purnomo berharap, Angkasa pura tak terlalu tergesa-gesa untuk melakukan itu. Mengingat, tempat tersebut merupakan simbol perlawanan akhir masyarakat dan juga masih digunakan warga untuk beribadah.

Baca Juga:  Bandara Baru di Kulon Progo, Presiden ingin Percepat Penyelesaian Masalah

“Rekomendasi Komnas HAM RI untuk melakukan pembicaraan dengan warga secara intens juga belum dilaksanakan dengan baik oleh Angkasa Pura dan Pemda,” sebut Teguh saat dihubungi kabarkota.com, Kamis (15/11/2028).

Saat ditanya upaya yang akan dilakukan warga jika nantinya pembongkaran masjid benar-benar dilakukan, Teguh menyatakan, “Kami tak ingin berandai-andai, tapi pasti akan ada perlawanan.”

Sebelumnya, pada 14 November 2018, kepada wartawan di Sleman, Project Manager Proyek Pembangunan Bandara NYIA, Taochid Purnomo Hadi mengatakan, dalam waktu yang tak lama lagi, akan melakukan pembongkaran masjid Al Hidayah di Temon Kulon Progo. (Baca Juga: Angkasa Pura sudah Merencanakan Pembongkaran Masjid Al Hidayah di Temon Kulon Progo)

Baca Juga:  Datangi Kantor ORI DIY, Warga Temon Tolak Pembangunan Bandara NYIA ini Menangis

Menurut Taochid, meskipun sebenarnya lokasi masjid tidak masuk dalam proyek pembangunan bandara baru, namun akan terkena proyek JJLS. Selain itu, pihaknya juga menambahkan, saat ini tengah membangun masjid baru di tempat relokasi wilayah Palihan, untuk menggantikan masjid Al Hidayah yang masih dipertahankan warga. (Rep-03)