Antisipasi Bencana di Musim Hujan, Ini Saran Anggota Dewan DIY

Ilustrasi (dok. istimewa)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Guna mengantisipasi bencana alam yang berpotensi terjadi di musim hujan, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY akan melakukan sejumlah langkah.

Wakil Ketua DPRD DIY, Dharma Setiawan berharap agar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY segera melakukan mitigasi bencana. Salah satunya dengan memetakan daerah-daerah yang masuk dalam kategori rawan bencana alam.

“Kami meminta agar Pemda DIY melakukan koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Dinas PU dan Dinas Sosial,” kata politisi Gerindra ini di Yogyakarta, baru-baru ini.

Koordinasi selanjutnya, imbuh Dharma, juga perlu dilakukan dengan lembaga-lembaga vertikal, seperti Projek Pengembangan Wilayah Sungai (PPWS)  untuk mencegah bencana alam di sekitar sungai. Mengingat, berdasarkan pengalaman dua tahun lalu, ketika Sungai Winongo meluap, Dinas PU kesulitan melakukan penanganan, karena sungai menjadi ranahnya PPWS.

Baca Juga:  Waspadai! Fenomena Equinox Berdampak pada Cuaca ekstrem di DIY

Sementara Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto menyoroti masalah Kali Belik atau Kali Mambu yang membelah wilayah Kota Yogyakarta.

Menurutnya, saat musim kemarau aliran air di sungai tersebut kecil, karena lebarnya hanya beberapa meter. Hanya saja, sungai yang kini dijuluki Kali Manunggal ini juga menyimpan potensi banjir, saat musim hujan.
.
Oleh karenanya, Eko mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan, dengan tidak membuang sampah sembarangan, terutama di sungai.

Baca Juga:  Ketua BPN Prabowo-Sandi Komentari soal Polemik Poster "Raja Jokowi"

“Pemuda bisa menjadi pelopor gerakan cinta lingkungan. Demikian juga ibu ibu, mereka bisa menjadi penggerak masyarakat untuk cinta lingkungan,” ucap politisi PDIP ini.

Sebagai gambaran, sebut Eko, dari total 438 desa atau kelurahan di DIY, 301 diantaranya terdeteksi rawan bencana. Sedangkan 218 kelurahan atau desa tersebut telah memperoleh bantuan dan ditetapkan sebagai Kelurahan Tanggap Bencana (Katana) atau Desa Tanggap Bencana (Destana).

“Pada 2019 Pemda DIY dan DPRD DIY sepakat ada 25 desa atau kelurahan lagi yang memperoleh bantuan. Targetnya pada 2022 sejumlah 301 desa/kelurahan rawan bencana semua sudah tangguh bencana dari total 438 desa di DIY,” jelasnya. Sebab, setidaknya ada 12 jenis bencana yang berpotensi terjadi di DIY. Mulai dari Gunung Merapi sampai kawasan Pantai Selatan. Termasuk, angin kencang dan banjir. (Rep-01)