Ditanya soal Kasus Dana Kemah, Begini Respon Dahnil Anzar

Ketum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak (dok. fb Dahnil Anzar S.)

BANTUL (kabarkota.com) – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak tengah terbelit kasus dugaan penyalahgunaan dana kemah senilai kurang lebih Rp 2 Milyar.

Namun, Dahnil yang kini juga menjadi Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Capres-Cawapres, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengaku dikerjai terkait kasus tersebut.

“Kegiatan itu melibatkan Presiden, Joko Widodo… Bahkan, beliau (Jokowi) juga yang mengundur waktu kegiatan itu. Kami hanya difasilitasi untuk mengumpulkan massa Pemuda Muhammadiyah untuk kegiatan itu,” ungkap Dahnil kepada wartawan, usai mengikuti Pembukaan Muktamar XVII Pemuda Muhammadiyah, di Sportorium UMY, Senin (26/11/2018).

Baca Juga:  Cuitan di Akun Twitter Soal Gizi Buruk di Papua Berbuah Pengusiran Jurnalis

Tak hanya itu, Dahnil juga berpendapat bahwa kepolisian justru menghina presiden, ketika mempermasalahkan kegiatan yang diinisasi oleh pemerintah, melalui Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) untuk kepentingan pihak Presiden.

“Yang jelas, saat itu, kami nenbantu presiden. Kami igin memutus anggapan bahwa Presiden selama selama ini dituduh anti Islam, dan sebagainya,” tegasnya.

Karenanya, Dahnil menyayangkan jika niat baik tersebut justru dihianati, dan bahkan dikriminalisasikan.

Baca Juga:  Fakta di Balik Penghadangan Massa oleh Paspampres di Muktamar Pemuda Muhammadiyah

Sebelumnya, baru-baru ini, Dahnil memenuhi panggilan Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan korupsi kegiatan kemah pemuda Islam Indonesia 2017. Kegiatan tersebut menggunakan dana APBN, melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI tahun anggaran 2017. (Rep-02)