IDI Butuh Tambahan Tenaga Medis untuk Penanganan Korban Tsunami di Selat Sunda

Ilustrasi: Tim medis IDI sedang melakukan penganan terhadap korban tsunami di Selat Sunda (dok. idi)

JAKARTA (kabarkota.com) – Tim Medis Ikatan Dokter Indonesia (IDI) membutuhkan tambahan tenaga medis, khususnya ortopedi, bedah saraf, obgyn, dan pediatrik (anak) untuk menangani korban bencana tsunami di Selat Sunda, yang terjadi pada Sabtu (22/12/2018) malam.

Ketua IDI Wilayah Banten, Hendrarto mengaku,
saat ini, pihaknya dibantu sekitar 100 Tenaga Medis dari IDI Cabang, Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia(PAPDI), Perhimpunan Ahli Bedah Ortopedi Indonesia(PABOI), dan perhimpunan dokter emergensi Indonesia (PDEI) untuk menangani korban secara cepat. Termasuk, mendirikan lima posko di puskesmas Carita, Labuan, Panimbang, Cibaliung, dan Sumur yang merupakan area terdampak.

Baca Juga:  Ini Update Korban Bencana Tsunami di Selat Sunda

Selain tenaga medis, lanjut Hendradto, timnya juga membutuhkan tambahan alat medis darurat, persediaan obat-obatan yang semakin menipis, serta ambulans untuk membawa korban ke rumah sakit rujukan.

Ketua PDEI, Mohammad Adib Khumaidi yang juga Sekjen PABOI menambahkan, pihaknya tengah melakukan penanganan operasi ortopedi (bedah tulang), dan bedah syaraf bagi para korban.

“Dalam situasi bencana seperti ini, jumlah korban terbanyak paling membutuhkan penanganan ortopedi dan trauma,” kata Adib.

Baca Juga:  Begini Sosok Bani, Bassist Seventeen Band Korban Tsunami di Selat Sunda

Sementara Atep Supriadi selaku akoordinator lapangan tim medis IDI Banten menjelaskan, penanganan operasi dan perawatan korban tingkat lanjut ditangani oleh RS Drajat, RSUD Banten, RSU Pandeglang, RS Berkah, dan RS Sari Asih

“Untuk korban luka-luka yang sudah tertangani, sebagian sudah pulang atau dirujuk untuk penanganan lebih intensif, sebagian masih dirawat di posko medis dan RS setempat,” ungkapnya. (Ed-03)