Hicon: 73.53% Pemilih Milenial di Pedesaan

Paparan Hicon tentang Hasil analisis politik tentang sebaran pemilih milenial, di Yogyakarta, Selasa (15/1/2019). (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Hasil Analisis Politik Hicon Law & Policy Strategic menyebut, mayoritas pemilih milenial dalam Pilpres 2019 mendatang berada di pedesaan.

Kepala Departemen Politik Hicon, Puguh Windrawan menjelaskan, yang termasuk kategori pemilih milenial dalam hal ini adalah mereka yang memiliki hak pilih, dan berusia antara 17 – 30 tahun.

Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU), jumlah pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilpres 2019, secara nasional, jumlah pemilih milenial sebanyak 60.346.070 atau 31.29% dari totao 192.828.520 pemilih di seluruh Indonesia.

Baca Juga:  DPT untuk Pemilu 2019 di DIY Ditetapkan 2,6 Juta Pemilih

Dari jumlah tersebut, “sebanyak 73.53% pemilih milenial berada di pedesaan,” kata Puguh kepada wartawan di Yogyakarta, Selasa (15/1/2019).

Klasifikasi perkotaan dan pedesaan yang digunakan sebagai acuan, lanjut Puguh, adalah Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik No 37 Tahun 2010. Secara umum, wilayah perkotaan dan pedesaan dibedakan dari keberadaan fasilitas publiknya, seperti rumah sakit; sekolah, tempat hiburan, serta kepadatan penduduknya.

Sementara, Direktur Hicon, Hifdzil Alim berpendapat bahwa selama ini, tim kampanye Capres-Cawapres dari kedua kubu belum menyasar tim milenial, khususnya di pedesaan.

Baca Juga:  KPR BTN Bersubsidi Wujudkan Kepemilikan Rumah Impian

“Hicon menemukan, milenial pedesaan itu lebih banyak jumlahnya dibandingkan milenial perkotaan. Karena disandingkan antara data Pilpres dengan data KPU, milenial pedesaan itu ada di 24 provinsi. Ini kalau tim kampanyenya agar cerdas, seharusnya bisa menyasar 24 provinsi itu,” anggap Hifdzil.

Untuk bisa mendekati kalangan pemilih muda di pedesaan ini, menurutnya adalah dengan mengangkat kembali pendekatan-pendekatan kultural, untuk bisa mengambil hati mereka. Misalnya dengan menggelar kegiatan-kegiatan keagamaan yang selama ini masih berjalan di masyarakat pedesaan. (Rep-01)