Prihatin Banyak Korban Jiwa dalam Pemilu 2019, PSH UII Minta Presiden Turun Tangan

Ilustrasi (dok. kpu ri)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Banyaknya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 juga mengundang keprihatinan Pusat Studi Hukum Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (PSH FH UII) Yogyakarta.

Kepala PSH FH UII Yogyakarta, Anang Zubaidy menganggap, mereka adalah pejuang demokrasi yang layak mendapatkan tempat istimewa karena kegigihan menjalankan tugas konstitusional dalam rangka memastikan penyelenggaraan pemungutan suara hingga rekapitulasi yang menjadi tanggungjawabnya dapat berjalan lancar.

“Jumlah korban meninggal yang mencapai angka ratusan bukan jumlah yang kecil dan dianggap enteng,” kata Anang dalam siaran pers yang diterima kabarkota.com, Senin (6/5/2019).

Baca Juga:  UII Yogya ajukan Judicial Review UU KPK

Untuk itu pihaknya meminta agar pemerintah memaksimalkan upaya untuk mencegah munculnya korban baru. Menurutnya, pemerintah dan DPR perlu mengkaji ulang penyelenggaraan pemilu serentak, yang menjadi panduan untuk merevisi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, sehingga tercapai penyelenggaraan pemilu yang baik dan memastikan kedaulatan rakyat dapat dimanivestasikan.

“Kami juga meminta, KPU dan pejabat berwenang melakukan evaluasi menyeluruh atas penyelenggaraan pemungutan suara sampai dengan tahapan rekapitulasi hingga menimbulkan banyaknya korban. Sejauh ini, PSH FH UII belum melihat ada lembaga Negara yang secara tegas menyatakan telah atau sedang melakukan evaluasi mengenai penyebab ratusan nyawa melayang,” tegasnya.

Baca Juga:  Begini cara Tim Pemenangan Jokowi dan Prabowo di DIY Sikapi Hasil Putusan MK

Ke depan, lanjut Anang, semestinya KPU mempersiapkan penyelenggaraan pemilu dengan sebaik-baiknya. Salah satunya dengan membentuk pedoman pelaksanaan yang mudah dipahami dan diimplemetasikan oleh penyelenggara pemungutan suara.

Selain itu, Anang beharap, Presiden RI ikut turun tangan, dengan membentuk tim khusus untuk menyelidiki penyebab meninggalnya ratusan petugas KPPS. Tim dimaksud diharapkan dapat menemukan secara pasti akar permasalahan yang menjadi penyebab kematian ratusan petugas KPPS dimaksud.

Baca Juga:  Agenda Kegiatan di Yogyakarta 11 - 15 April 2016

“Sejauh ini, PSH FH UIII hanya melihat beberapa pernyataan orang per orang pejabat yang menyatakan bahwa meninggalnya ratusan petugas KPPS adalah akibat kelelahan, sementara pernyataan resmi dari lembaga penyelenggara pemilu belum pernah disampaikan,” sesalnya. (Ed-01)