Tekan Angka Kecelakaan Lalu-Lintas, Jepang Kenalkan Teknologi Masa Depan “Connected Car”

Seminar Bulanan bertema The Evaluation of Traffic Accident Analysis in Indonesia and Assessment of its Potential ITS V2x Safety System Design, di Pustral UGM, Selasa (18/6/2019). (dok. kabarkota.com)

SLEMAN (kabarkota.com) – Sepeda motor menjadi penyebab kecelakaan lalu-lintas yang tertinggi dibandingkan kendaraan bermotor lainnya.

Hal itu terungkap berdasarkan hasil analisis terhadap jenis kendaraan dan penyebab kecelakaan di Yogyakarta yang dilakukan oleh Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM bersama Toyota, selama tahun 2016 – 2018.

Peneliti Pustral UGM, Arif Wismadi menyebut, kecelakaan terbanyak, yakni 80% adalah sepeda motor. Penyebabnya karena pengemudi mengabaikan traffic di depannya, dan tidak menjaga jarak kendaraan.

“Hasil Heatmap di Yogyakarta menunjukkan bahwa kematian terkonsentrasi di jalan-jalan utama. Sedangkan korban luka-luka akibat kecelakaan tersebar di mana-mana,” papar Arif dalam Seminar Bulanan bertema The Evaluation of Traffic Accident Analysis in Indonesia and Assessment of its Potential ITS V2x Safety System Design, di Pustral UGM, Selasa (18/6/2019).

Baca Juga:  Soal UN Bocor, Seluruh Proses harusnya Terawasi Ketat

Sedangkan trend Kecelakaan lalu-lintas di Yogyakarta sepanjang tahun 2016 hingga bulan Oktober 2018 disebutkan, untuk korban luka-luka di tahun 2016 sebanyak 3.815, kemudian meningkat menjadi 4.227 orang di tahun 2017, dan pada bulan Januari – Oktober 2018 sebanyak 3.876 jiwa. Sementara angka kematian akibat kecelakaan sebanyak 518 orang pada tahun 2016, kemudian turun ke angka 497 di tahun berikutnya (2017), dan pada tahun 2018, dari bulan Januari – Oktober ada 420 orang.

Baca Juga:  Mahasiswa UGM Ciptakan Aplikasi untuk Perempuan Korban Kekerasan

Oleh karenanya, Toyota Motor Corportation, salah satu perusahaan otomotif terbesar di Jepang memperkenalkan teknologi masa depan, Intelligent Transport System (ITS) Vehicle to Everything (V2x) yang memungkinkan kendaraan berkomunikasi dengan kendaraan, infrastruktur, maupun pedestrian.

“Sistem ini akan membantu pengoperasian kendaraan, dan salah satu yang paling utama adalah bisa meningkatkan keselamatan,” jelas Arif kepada kabarkota.com, usai seminar.

Namun demikian, Arif menegaskan, sistem ini sulit diterapkan secara nasional, tanpa adanya dukungan regulasi dari pemerintah dan sarana prasarana yang memadahi.

Untuk itu, Pustral UGM akan mendorong pemerintah pusat, melalui DPR agar menerbitkan regulasi yang mendukung penerapan ITS V2x ini secara nasional.

Nantinya, lanjut Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) untuk IPTEKS Transportasi ini, ITS V2x bisa diterapkan secara bertahap dengan mengintegrasikan teknologi yang sudah digunakan sebelumnya, serta diuji-cobakan di kalangan pelajar terlebih dahulu. Mengingat, sistem ini akan membantu meningkatkan keselamatan pelajar. Terlebih dengan penerapan sistem zonasi yang memungkinkan para pelajar berjalan kaki menuju ke sekolahnya masing-masing.

Baca Juga:  Siap-Siap Sambut Tablet Baru dengan Keamanan Tertinggi

Sementara, Peneliti Senior dari Toyota Motor Corporation, Chang-Yi Luo menambahkan, selain di Indonesia, sistem ini juga mulai diperkenalkan di beberapa negara Asia Pasifik. Diantaranya India, Vietnam, Filipina, dan Thailand. (Rep-01)