Muhammadiyah dan NU Garap Film “Jejak Langkah 2 Ulama”

Konferensi Pers Pembuatan Film Jejak Langkah 2 Ulama, di kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu (23/7/2019). (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) dan Nahdlatul Ulama (NU) tengah berkolaborasi untuk menggarap Film berjudul Jejak Langkah 2 Ulama.

Film garapan Maxpro ini akan menceritakan tentang Kyai Haji Ahmad Dahlan dan Kyai Haji Hasyim Asy’ari yang merupakan dua ulama besar di Indonesia

Ketua LSBO PP Muhammadiyah, Syukriyanto mengungkapkan, film ini berawal dari kegalauan atas kondisi Indonesia yang penuh kekerasan dan sering mengatasnamakan Islam. Padahal sebenarnya, Islam itu sebagai Rahmatan Lil Alamin (Rahmat bagi seluruh alam).

“Karena saya suka sejarah, saya melihat ada dua organisasi besar, yaitu Muhammadiyah dan NU yang terdepan di Indonesia, dan itu didirikan oleh dua orang kyai yang menurut saya luar biasa,” kata Sukri di kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu (23/7/2019).

Baca Juga:  Tak Terima Disebut "Organisasi Radikal", PBNU Protes Kemendikbud

Kedua kyai yang dimaksud adalah KHA. Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah, dan Kyai Haji Hasyim Asy’ari sebagai organisasi NU sekaligus pendiri Pondok Pesantren Tebuireng di Jombang, Jawa Timur.

Menurutnya, KHA Dahlan itu ibarat mata air yang jernih, bening, sejuk, dan segar mengalir ke segala penjuru sehingga menyuburkan dan menghijaukan Indonesia Sedangkan KH. Hasyim Asy’ari ibarat telaga baru yang mengeluarkan air sejui dan bening untuk menyejukkan Indonesia.

“Kedua ulama ini telah mengajarkan kepada kita untuk berdakwah dengan cara yang menyejukkan, menyegarkan, damai, dan penuh toleransi,” imbuhnya.

Baca Juga:  Penasaran Aksi 212 Libatkan Jutaan Orang, Akademisi Lintas Universitas Membuat Kajian

Untuk itu pihaknya berharap, film ini nantinya bisa memberikan kontribusi untuk kedamaian bangsa dan penguat Negara Kesatuam Republik Indonesia (NKRI).

Pemutaran film ini nantinya, lanjut Sukri, akan dilakukan dengan konsep layar tancap yang diupdate lebih modern (pop up film) dan diputar di masyarakat luas, termasuk masyarakat pinggiran.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir berpendapat bahwa penggalan sejarah dua tokoh tersebut sebenarnya mengingatkan pada generasi baru agar belajar dari tokoh-tokoh masa lalu untuk proyeksi sekarang dan masa depan.

“Ini perlu menjadi salah satu atau rule model bagi generasi baru,” ucapnya. Mengingat, dua tokoh tersebut telah mampu mengajarkan Islam melalui dakwah-dahwah yang damai, dan menyejukkan.

Baca Juga:  Revisi UU KPK terkait Pemilu?

Sementara KH Solahudin Wahid selaku Pimpinan Ponpes Tebuireng juga menyampaikan apresiasi atas produksi film Jejak Langkah 2 Ulama ini.

“Dua tokoh ini menurut saya merupakan dua di antara empat raksasa umat Islam pada masa itu,” tegas pria yang akrab disapa Gus Solah ini.

Oleh karena itu pihaknya menganggap perlunya kerjasama untuk mengenalkan dua ulama besar ini ke masyarakat luas. (Rep-01)