Aksi Unik Pekerja Seni Baru Klinthing Yogyakarta Menyoal Perubahan Iklim

perubahan iklim
Pekerja seni Baru Klinthing Yogyakarta melakukan aksi performance art menggunakan sampah plastik di Tugu Yogyakarta, Kamis (19/9/2019)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Ada yang unik dari aksi di Tugu Yogyakarta sore ini (Kamis, 19/9/2019). Tampak enam orang berpakaian adat Nusantara berjalan beririringan. Di tangan mereka kawat yang berhiaskan sampah-sampah plastik dan diarak mengelilingi Tugu Yogyakarta.

Koordinator aksi, Setu Legi mengungkapkan, sampah-sampah plastik yang dibawa dalam aksi itu adalah sampah-sampah plastik yang berasal dari Laut Selatan, yang dirangkali menggunakan kawat.

Baca Juga:  BMKG Gelar Sekolah Lapang Nelayan di Yogyakarta

“Ini adalah aksi simbolik bahwa sampah yang ada di Laut Selatan itu adalah hasil buangan orang-orang kota. Karena itu sampah itu kami kembalikan ke kota lagi,” jelasnya kepada Kabarkota.com

Menurut Setu, aksi ini dilakukan untuk menyikapi rencana pertemuan Climate Summit di New York, Amerika Serikat pada awal Oktober 2019. Kelompok Baru Klinthing Yogyakarta ingin menyampaikan suara dari Yogyakarta tentang perubahan iklim yang dihasilkan oleh manusia.

Baca Juga:  Kartu Identitas Anak Dinilai tak Urgent

Dengan aksi ini, Setu ingin menyampaikan kepada masyarakat agar bijak dalam mengelola sampahnya. Tidak boleh membuang sampah ke sungai karena muaranya pasti akan ke laut. Itu sangat merugikan lingkungan.

Pekerja seni lainnya, Fitri menambahkan, aksi yang dilakukan oleh Baru Klintihing ini adalah aksi yang berjejaring dengan dunia internasional. “Pada Sabtu, 21 September 2019, para pekerja seni akan berkolaborasi dengan melukis bersama tentang perubahan iklim. Tempatnya di Jeblok Nitiprayan, Bantul. Aksi dengan kegiatan berbeda-beda itu juga dilakukan oleh pekerja seni dan lingkungan di seluruh dunia dalam waktu bersamaan,” ungkapnya. (Rep 02/ Ed 02)

Baca Juga:  UII Yogya ajukan Judicial Review UU KPK