Dituduh Intoleran, Ceramah Ustad Abdul Somad Ternyata Menyejukkan

Ustad Abdul Somad (dok. youtube)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Kehadiran Ustad Abdul Somad (UAS) di Yogyakarta sempat mendapatkan penolakan dari sejumlah pihak, karena berbagai alasan. Salah satunya tuduhan intoleran.

Namun, berbagai halangan tersebut, tak menyurutkan jamaah untuk berbondong-bondong datang ke Masjid Jogokariyan Yogyakarta pada Sabtu (12/10/2019) malam, untuk menghadiri pengajian UAS di acara Muslim United #2.

Dalam ceramahnya, UAS tak sedikitpun menyinggung tentang ujaran kebencian (hate speech) sebagaimana yang dikhawatirkan oleh sejumlah pihak. Bahkan, UAS justru mengajak para jamaah untuk menjadi umat yang pemaaf, meskipun saat merasa teraniaya.

Baca Juga:  Sembuhkan LGBT, Perlu Pendampingan

“Tak boleh kita doakan orang dengan yang tidak baik,” ucap UAS.

Menurutnya, umat Muslim seharusnya justru rajin mendoakan kebaikan pada orang-orang yang masih belum taat beribadah hingga doa tersebut dikabulkan.

“Mudah-mudahan dengan makin rajin mengaji, hati makin lembut, mudah menerima nasihat. Bukan makin ngaji, hati makin keras, menghafal ayat, menghafal hadis hanya untuk mendebat orang,” harapnya.

Di akhir acara, panitia juga melelang dua lukisan yang dibubuhi tanda tangan UAS, yang keseluruhan hasil lelang akan diserahkan untuk kepentingan Muslim United.

Jamaah UAS membludak di sepanjang Jalan Jogokariyan Yogyakarta, Sabtu (12/10/2019) malam. (Dok. Kabarkota.com)

Ceramah yang berlangsung sekitar 60 menit dari pukul 20.30 WIB itu berjalan tertib dan damai, dengan dihadiri ribuan jamaah yang memadati sepanjang jalan Jogokariyan Yogyakarta. (Rep-03)