Kembali Soroti Pelemahan KPK, AJAK akan Gelar Aksi di Yogya

Teklap AJAK di Kampus FH UII Yogyakarta, Senin (14/10/2019) malam. (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Aliansi Jogjakarya Anti-Korupsi (AJAK) menilai, eskalasi gerakan menolak pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga kini masih belum surut.

Sedangkan di lain pihak, pemerintah masih terkesan lamban dalam merespon desakan berbagai pihak yang menolak upaya pelemahan Lembaga anti-rasuah tersebut.

Oleh karenanya, AJAK berencana menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Tugu Yogyakarta, pada 16 Oktober 2019 mendatang. Hal tersebut sebagaimana diungkapkan Departemen Politik Jaringan Lembaga Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (LEM FH UII) Yogyakarta, Alwan Razam, di Kampus FH UII Yogyakarta, Senin (14/10/2019) malam.

Baca Juga:  Ini Ribuan Perda yang Dibatalkan Pemerintah

“Kami ingin mem-follow up dari Revisi UU KPK, dengan cara mendesak Perpu,” kata Alwan kepada kabarkota.com, di sela-sela Teknis Lapangan (Teklap).

Selain menuntut penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perpu) KPK, lanjut Alwan, dalam aksi mendatang juga akan menyoroti masalah penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan yang hingga kini penyelesaian kasusnya belum jelas.

Alwan menambahkan, AJAK ini merupakan gabungan dari dua aliansi yang sebelumnya terpecah. Yakni Gerakan Anti-Korupsi Yogyakarta yang digagas oleh UII, dan Jaringan Anti-Korupsi Yogyakakarta yang dimotori oleh UGM. (Rep-01)