202 Anggota DPR Tandatangai Dukungan Hak Interpelasi

Suasana Ruang di Gedung DPR RI. (Sumber foto: metrotvnews.com)

JAKARTA (kabarkota.com) –  Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Fraksi Partai Golkar, Misbakhun mengungkapkan bahwa DPR serius menggunakan hak interpelasi terkait kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi. Hak inter pelasi tersebut diklaim hanya untuk meminta penjelasan kepada pemerintah yang telah menaikkan harga BBM. Hingga kini, kata Misbakhun, jumlah pendukung hak interpelasi terus bertambah. (Baca: Mulai 18 November, Pemerintah Naikkan BBM Subsidi Rp 2 Ribu per Liter)

Baca Juga:  Kebohongan Terbongkar, Bisakah Pihak Pembela Ratna Sarumpaet Dipidana?

"Jumlah sampai hari ini 202 anggota dari kemarin 157, kami akan berusaha menambah jumlah," kata Misbakhun yang juga inisiator hak interpelasi ini di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/11).

Selain jumlah yang bertambah, salah satu fraksi yang sempat diguncang konflik internal, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan akhirnya ikut mendukung. Sementara itu, Partai Demokrat hingga saai ini masih urung memberikan dukungan pengajuan hak interpelasi.

Baca Juga:  Masuk Prolegnas, Aktivis Minta Naskah KUHAP dan KUHP Ditarik

"PPP ada enam orang yang sudah tanda tangan. Jadi, ada lima fraksi yang memberikan dukungan. Kami masih menunggu fraksi-fraksi lain yang mau bergabung," tambah Misbakhun.

Kelima partai yang Misbakhun maksud adalah Gerindra, PKS, PAN, PPP, dan Golkar. Akan tetapi,
penyerahan formulir dukungan hak interpelasi tak jadi diserahkan hari ini dengan alasan masih akan menggalang dukungan yang lebih banyak lagi. "Kami rencananya tidak sekarang ke pimpinan DPR. Kita tunggu jumlahnya dulu seoptimal mungkin," kata dia. (metrotvnews.com)