267 Pelaku pelanggaran lalu-lintas disidang PN Yogya

Ratusan terdakwa yang menunggu persidangan di PN Yogyakarta, Jumat (19/8/2016). (sutriyati/kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Sebanyak 267 orang mengikuti sidang bukti pelanggaran (tilang) di Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta, Jumat (19/8/2016).

Dari pantauan kabarkota.com, ratusan warga tersebut dari berbagai daerah, termasuk Papua. Hal itu terbukti dari alamat asal para terdakwa yang dipanggil sidang oleh petugas pengadilan untuk masuk ke ruang sidang.

Sebelum masuk ke ruang sidang kartika, para terdakwa terlebih dahulu diminta menyerahkan bukti tilang warna merah jambu dengan membubuhkan no urut sesuai yang tertera di papan pengumuman.

Baca Juga:  Ada Warga Simpan Uang Rp 1 Triliun di Bawah Bantal

Kemudian, Arif selaku petugas PN Yogyakarta memanggil satu per satu terdakwa untuk masuk ke ruang sidang hingga bangku di ruangan tersebut terpenuhi untuk mendengarkan putusan hakim.

Untuk tindak pidana ringan (tipiring) kali ini, masing-masing terdakwa dikenai denda ditambah biaya perkara sebesar Rp 1.000. Majelis hakim dalam persidangan menyebutkan, denda bagi pelaku pelanggaran karena tidak menggunakan helm ataupun kendaraannya tidak memenuhi standar dikenai denda Rp 49 ribu dan biaya perkara Rp 1.000. 

Baca Juga:  Perangi Politik Uang, Ini yang Dilakukan Bawaslu Sleman

“Jika tidak bersedia membayar, maka diganti hukuman kurungan satu hari,” kata salah satu majelis hakim di PN Yogyakarta. Sedangkan bagi pelaku pelanggaran rambu-rambu lalu-lintas dan surat-surat berkendara tidak lengkap, dikenai denda Rp 99 ribu dan beban biaya perkara Rp 1.000 atau jika tidak, kurungan tiga hari.

Salah satu warga Yogyakarta, Ngatirah, saat ditemui kabarkota.com usai persidangan, menganggap denda Rp 100 ribu yang dikenakan terhadap dirinya karena tak mempunyai SIM ini cukup berat.

Baca Juga:  Ternyata DBD Bisa Diberantas dengan Buah Ini

“Kalau “damai” sepertinya lebih murah, tapi saya penasaran ingin ikut sidang,” ungkapnya. (Rep-03/Ed-03)