30 Pasangan Nikah Massal, Maharnya Pohon dan Burung Dara

SLEMAN (kabarkota.com) – Sebanyak 30 pasangan di Sleman, hari ini (27/5) melakukan nikah massal di Masjid Agung Wahidin Sudirohusodo Sleman. Acara ini digelar untuk memperingati Hari Jadi Sleman.
Koordinator Bakti Sosial dalam rangka Hari Jadi Sleman, Agung Harmawanta mengatakan, nikah massal ini dilakukan untuk membantu warga yang kurang mampu namun mereka ingin menikah. Pasalnya, sebagian peserta nikah massal telah melangsungkan nikah secara agama, namun belum dilegalkan oleh pemerintah.
Baca Juga:  Oktober, Kawasan Tanpa Rokok di Kota Yogya Diberlakukan
"Nikah massal ini juga meresmikan hubungan dekat ini seperti pacaran. Kalau sudah terlalu dekat bisa dilegalkan," kata dia.
Peserta nikah massal, Sugeng purwanto mengaku mengikuti nikah massal karena tak ingin melewatkan kesempatan, karena dia tidak memiliki biaya untuk menikah.
"Saya hanya petani, hasilnya sedikit. Jadi ya ikut saja. Inikan juga ada resepsinya," kata dia.
Yang unik dari nikah massal ini adalah mahar yang diberikan kepada pengantin perempuan berupa burung dara dan satu bibit pohon, disamping mahar seperangkat alat salat. panitia acara, Rian menjelaskan, hal itu dimaksudkan agar peserta nikah massal dapat melestarikan lingkungan.
Baca Juga:  Di Kulon Progo, Penggalangan Dana Trah bisa Bedah 3 Rumah
Usai akad nikah di Masjid Agung Wahidin Sudirohusodo Sleman, para peserta nikah massal melanjutkan acaranya yang berupa resepsi di rumah dinas Bupati Sleman. (jid/rin)