32 UMKM Siap Ramaikan HUT Yayasan Bhakti Yogyakarta ke-27

Poster kegiatan HUT YBY ke-27 (dok. yby)

SLEMAN (kabarkota.com) – Yayasan Bhakti Yogyakarta (YBY) akan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-27 di Kebun YBY, Jalan Balai Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, DIY. Rencananya kegiatan digelar selama toga hari, mulai Tanggal 3-5 Agustus 2018.

Ketua Panitia Penyelenggara HUT YBY ke-27, Joko Sigit Pramono menjelaskan, selain dimeriahkan dengan serangkaian kegiatan, mulai dari pagelaran wayang kulit semalam suntuk di Bantul, bhakti sosial, seperti pemeriksaan gratis deteksi kanker serviks dan bazaar sembako murah, serta pentas seni dan lomba tari, sebanyak 32 stand Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) juga siap meramaikan perayaan kali milad YBY kali ini.

Tiga puluh dua stand bazaar yang dimaksud diantaranya: Batik Nologaten, Almira collection, PIAT UGM, PT Indmira, TOM (Tani Organik Merapi), TOP DW, Konsultasi Usaha Pertanian, Makanan Organik, Salad Mikrogreen, Wahyu Temurun, Batik Noeryanti, Fatimah/cau kelor, Menuk/jadah tempe, Annas/kerajinan dan tanaman, Kopi Turgo pak muslimin, Produk toga, Jamu, Bu Lies, Rini handayani/olahan salak, Rumawati/jajanan pasar, dan Utari/salak segar, serta belasan supplier

Baca Juga:  Cuaca Panas di Yogya, Petani Mulai Kekurangan Pasokan Air Irigasi

“Kami ingin memberikan kesempatan kepada UMKM-UMKM untuk mempromosikan produk mereka di sini,” jelas Joko kepada kabarkota.com, saat ditemui di kebun YBY Pakem, Rabu (2/8/2018).

Selain itu, pada puncak perayaan HUT YBY ke-27, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X beserta Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, dan jajaran kepala daerah se-DIY dijadwalkan hadir, sekaligus untuk meresmikan Green House yang merupakan tempat pelatihan dan pendidikan bagi masyarakat, khususnya yang ingin mendalami bidang pertanian.

Baca Juga:  Limbah botol plastik untuk bercocok tanam

“Sekarang kepemilikan lahan di Jawa ini kan tidak seperti jaman dulu, karena sekarang semakin banyak penduduk sehingga lahan pertanian juga menjadi sempit. Oleh karena itu, kami mengembangkan pertanian perkotaan atau urban farming ini,” jelas Ketua Bidang Pemberdayaan Masyarakat YBY ini.

Di atas lahan seluas 1.6 Hektar yang telah dikelola sejak dua tahun terakhir itu telah tumbuh berbagai jenis tanaman, seperti pohon buah naga, pohon pepaya Hawai, kelengkeng, serta pisang Cavendis yang didatangkan dadi Biotrop Bogor yang ditanam dengan sistem kultur jaringan sehingga menghasilkan buah yang seragam dan kontinyuitasnya terjaga.

Tanaman sayur yang dikembangkan dengan sistem aquaponik dengan memanfaatkan air bekas budidaya ikan sebagai sumber nutrisi juga ada di dalam green house yang dibangun di tengah-tengah lahan tersebut.

Baca Juga:  Peringati Hari Tani, Ini Tuntutan Berbagai Elemen Mahasiswa di Yogyakarta

“Sayur yang ditanam dengan cara ini bisa dipetik dalam 2-3 minggu untuk dikonsumsi rumah tangga sendiri maupun diperjual-belikan,” imbuhnya.

Dengan penerapan sistem aquaponik seperti ini, lanjut Joko, selain tak memerlukan pupuk organik, serta tak membutuhkan lahan luas, juga relatif mudah dipelajari. Ditambah lagi peluang bisnisnya juga besar, mengingat sekarang banyak restoran dan mall yang membutuhkan sayuran organik, dan menginginkan vertical garden.

Sementara terkait dengan kegiatan amal YBY, Joko menambahkan, selama 27 tahun berkiprah, Yayasan yang juga didirikan salah satunya oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X ini telah melakukan banyak hal untuk membantu masyarakat kurang mampu. Beberapa diantaranya, bedah rumah dan bantuan air bersih di Gunung Kidul, serta membantu korban bencana letusan Gunung Merapi di Sleman. (adv)