5 Alumni UGM Diperkirakan jadi Korban Kecelakaan Lion Air JT 610

Logo (dok. fb lion air group)

SLEMAN (kabarkota.com) – Sejumlah alumni UGM diperkirakan turut menjadi korban dalam kecelakaan pesawat terbang Lion Air JT 610, pada 30 Oktober 2018 kemarin.

Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani mengatakan, berdasarkan data sementara, ada lima alumni UGM yang turut menumpang pesawat naas tersebut. Kelimanya adalah:

1. Dewi Herlina, Fakultas Teknik/Teknik Kimia (angkatan 2008), dan bekerja di Kementerian ESDM.

2. Dicky Jatnika, Fakultas Hukum/Magister Hukum Bisnis dan Kenegaraan (S2 Hukum 2008), bekerja di Perwakilan BPK Provinsi Bangka Belitung.

3. Yuminingtyas Upiek K, Fakultas Hukum/Kebidanan (Hukum 1980), Pengadilan Tinggi Provinsi Bangka Belitung.

Baca Juga:  Gunung Merapi 9 Kali Keluarkan Awan Panas

4. Zuiva Puspita Ningrum, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (Akuntansi 2002), bekerja di Perwakilan BPK Provinsi Bangka Belitung.

5. Agil Septian Nugrono, D3 Akuntansi (Vokasi 2013), bekerja di PT Pertamina (Persero) Tbk.

“Sampai dengan malam ini (30/10/2018) kami masih melakukan pengecekan, sepertinya masih ada tambahan,” ucapnya, melalui grup whatsapp Humas dan Protokol UGM, Selasa (30/10/2018) malam.

Basarnas belum Temukan Badan Pesawat

Sementara, proses pencarian terus dilakukan, namun hingga Salasa (30/10/2018) sore, Kepala Basarnas, M. Syaugi menyatakan bahwa pihaknya belum dapat menemukan badan pesawat yang jatuh di kawasan perairan Karawang.

“Kami masih terus berusaha mencari bersama seluruh potensi SAR yang ada dengan mengerahkan puluhan kapal, pencarian dari udara, dan penyelaman di sektor-sektor pencarian di sekitar koordinat last contact pesawat,” kata Syaugi, dilansir dari laman Basarnas.

Baca Juga:  Gugatan Dikabulkan PTUN DIY, Warga Sosrokusuman Inginkan Lahan untuk Ruang Terbuka Hijau

Sebelumnya, tim SAR telah melakukan penyisiran di sektor 1 maupun sektor 2. Di sektor 1, pencarian mengerahkan empat kapal yang dilengkapi dengan peralatan deteksi bawah air, serta para penyelam gabungan, dari Basarnas Special Group (BSG), Kopaska, Taifib, dan Potensi SAR lain yang memiliki kompetensi di bidang underwater atau penyelaman.

Covered area sektor 1 ini di sekitar last contact pesawat pada koordinat 05 derajat 46 menit 15 detik South dan 107 derajat 07 menit 16 detik East.

Baca Juga:  PSHK Indonesia: Ada 14 UU yang Materinya tak Sesuai Muatan Pembentukan UU

Sementara pada Sektor 2, pihaknya mengerahkan lebiu dari 30 kapal dari Basarnas, Kementerian Perhubungan, Polair, KPLP, Bea Cukai dan lainny, untuk pencarian di permukaan air. Tidak hanya itu, Basarnas juga mengerahkan helikopter untuk searching dari udara.

Adapun jumlah personil.yang terlibat dalam operasi hingga saat ini, antara lain: Basarnas 201 personil, TNI AD 40 personil, TNI AL 456 personil, TNI AU 4 personil, Polri 58 personil, KPLP 30 personil, Bea Cukai 18 personil, PMI 30 orang, serta dukungan dari masyarakat dan nelayan lainnya. (Ed-01)