5 Dampak Positif Stres dan Cemas Yang Dialami Mina Twice

Mina Twice personel girlband TWICE
Mina Twice personel girlband TWICE

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Siapa yang gak kenal Mina TWICE? Tahukah Anda bahwa artis dunia sekelas Mina TWICE pun bisa mengalami extreme anxiety atau biasa disebut gangguan kecemasan. Salah satu personil girlband K-POP, TWICE berusia 22 tahun itu terpaksa harus absen dari tur dunia akibat mengalami extreme anxiety atau gangguan kecemasan yang parah.

Belum diketahui dengan pasti yang menyebabkan Mina TWICE sampai mengalami gangguan itu. Namun yang jelas, para penggemar dan anggota TWICE lainnya tetap mendukungnya, meski dia kini sedang absen dari dunia hiburan.

Sebenarnya apa itu gangguan kecemasan (Anxiety Disorder/ Ansietas)?

Gangguan kecemasan atau anxiety bukanlah merupakan hal baru dan cukup banyak orang yang mengalaminya. Dampak yang ditimbukan tak jarang penderitanya pun sampai kesulitan beraktivitas secara normal.

Menurut dr. Nitish Basant Adnani, BMedSc MSc dari KlikDokter, gangguan cemas adalah rasa khawatir berlebih yang memang dapat mengganggu kegiatan sehari-hari. Kondisi psikis ini tak mengenal usia dan jenis kelamin, sehingga tak boleh dianggap sepele.

Meski sudah berlangsung berbulan-bulan, gangguan cemas ini bisa tak menghilang jika tak segera diatasi.

Mina, personel girlband TWICE dikabarkan mengalami gangguan kecemasan. Dikonfirmasi JYP, agensi yang menaungi TWICE, Mina kini harus kembali ke kampung halamannya di Osaka, Jepang untuk pemulihan. Tak pelak apa yang dialami Mina membuat orang makin waspada akan serangan stres atau cemas.

Padahal, sebenarnya stres dan cemas tak selalu membawa dampak buruk jika takarannya tidak berlebihan.

Menurut Lisa Damour, psikolog sekaligus penulis, orang sebaiknya semakin sadar bahwa pengalaman stres atau cemas bisa membawa dampak positif dalam hidup. Dalam konvensi tahunan American Psychological Association, dia menjelaskan stres sering terjadi saat orang berada di ‘ujung tanduk’. Keadaan mendorong orang untuk beradaptasi bahkan melampaui batas kemampuan yang disadari.

Damour menyebut stres dalam level moderat bisa mengarah pada peningkatan ketahanan diri akan tantangan hidup yang baru dan bahkan lebih sulit.

1. Cemas sebagai sistem perlindungan diri

“Kecemasan adalah sistem alarm internal, kemungkinan ini diturunkan oleh evolusi, yang memperingatkan kita akan ancaman baik eksternal maupun internal,” jelas Damour mengutip dari Huffington Post.

Bila kecemasan dianggap sebagai hal yang membantu atau bahkan melindungi memungkinkan orang memanfaatkannya dengan baik. Sebagai contoh, Anda merasa hubungan dengan pacar tak lagi membahagiakan, pekerjaan yang bikin stres, atau masalah keuangan membuat Anda cemas. Kemudian ‘serangan’ cemas dilihat sebagai alarm untuk merencanakan langkah dan penyesuaian yang perlu dilakukan.

2. Stres tingkatkan sistem imun

Stres ‘didesain’ untuk melindungi tubuh dari gangguan termasuk gangguan dari bakteri atau mikroorganisme. Dalam kadar moderat, pengalaman stres bisa menstimulasi pelepasan komponen kimia bernama interleukin dan meningkatkan sistem imun. Sebaliknya, saat stres semakin parah dan kronis, terjadi peningkatan peradangan dan sistem imun melemah.

3. Jadi motivasi

Daripada melihat rasa cemas sebagai penghalang, sebenarnya cemas bisa jadi motivasi dan persiapan menghadapi tantangan. Melansir dari Very Well Mind, riset menunjukkan murid dan atlet yang mengalami cemas mengalami peningkatan performa saat ujian atau saat menghadapi kompetisi.

Kecemasan bisa membimbing seseorang untuk bekerja lebih keras, menimbulkan kesan baik atau bergerak maju meraih tujuan. Saat menyadari rasa cemas, coba berpikir bahwa cemas ini bisa menginspirasi untuk bertumbuh dan mengembangkan diri.
Lihat juga: Cara Menghilangkan Sakit Kepala Tanpa Obat dan Efek Samping

4. Stres malah baik buat jantung

Riset menunjukkan stres dalam kadar moderat bisa baik buat jantung. Dalam studi yang diterbitkan di British Journal of Anaesthesia, peneliti mengikuti pasien yang mengalami stres dalam kadar tinggi, moderat atau sedang dan rendah sebelum menjalani operasi. Stres memang sesuatu yang bisa membuat jantung tegang. Peneliti pun menemukan pasien dengan kadar stres sedang bisa pulih lebih cepat daripada pasien dengan kadar stres tinggi dan rendah.

5. Nilai tambah dalam kepemimpinan

Orang dengan kecemasan kadang memiliki kemampuan kepemimpinan yang baik. Mereka akan mempertimbangkan sesuatu dengan hati-hati plus segala kemungkinan yang akan terjadi. Secara tidak langsung, mereka yang mengalami kecemasan sangat waspada akan potensi dampak buruk, pemikir, berhati-hati mengambil keputusan dan mampu memecahkan persoalan. (Ar-01)