5 Manfaat Mengajarkan Bela Diri pada Anak Sejak Dini

bela diri untuk anak
bela diri untuk anak

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Belakangan ini marak terjadi aksi kejahatan pada anak-anak tentu membuat orangtua emrasa waswas. Sebut saja mulai dari bullying, pelecehan seksual, pemerkosaan, hingga penculikan. Duh, rasanya seperti ingin mengawal si kecil 24 jam sehari, ke mana pun ia pergi.

Namun sayangnya tak mungkin begitu, kan? Nah, salah satu solusi yang mungkin para orangtua bisa pikirkan adalah memasukkannya kursus bela diri. Bukan untuk menjadi jagoan, tetapi memberi ia kemampuan untuk membela dan melindungi diri dari segala bentuk kejahatan.

Olah raga bela diri adalah olah raga sebaiknya sudah ditanamkan kepada anak-anak sejak dini. karena dapat memberikan banyak sekali manfaat selain untuk olahraga, bela diri juga bisa menjadi sarana menyalurkan gerak aktif anak yang sedang membara di usia balita.

Bela diri dan tumbuh kembang anak

Aktivitas olahraga bela diri yang terkesan keras seolah hanya memberikan ruang bagi orang dewasa. Padahal jauh di balik itu, bisa mendapatkan manfaat bela diri untuk anak seperti dari aktivitas fisik yang satu ini. Apa sajakah itu?

1. Tubuh lebih bugar

Kebugaran adalah elemen penting untuk semua kelas seni bela diri, terutama bagi anak-anak. Pemanasan dengan jumping jacks, push-up, peregangan umum, dan gerakan seni bela diri dapat menantang otot dan sistem kardiovaskular si Kecil.

Oleh sebab itu, fisik atlet bela diri kencang, fleksibel dan sehat. Tak pelak, anak Anda juga bisa merasakan efek serupa.

2. Pertahanan diri lebih baik

Seni bela diri menggunakan pertahanan diri sebagai landasan seluruh gerakannya. Selain belajar jurus untuk melindungi diri ketika berada dalam bahaya, belajar bela diri juga sekaligus mengajarkan anak tentang membedakan perilaku kasar dan konsep melindungi diri.

Banyak sekolah seni bela diri juga mengajarkan teknik cerdas kepada anak-anak untuk membantu menghindar dari masalah yang berkaitan dengan pertarungan. Seni bela diri biasanya justru mengajarkan bahwa tidak semua masalah harus diselesaikan dengan perkelahian.

3. Anak jadi lebih disiplin

Seni bela diri membantu menanamkan fokus dan menjaga kesehatan mental anak Anda, memberinya kemampuan untuk berkonsentrasi pada tugas dan melihat sesuatu sampai ke akar.

Disiplin yang diajarkan di dojo misalnya, sehubungan dengan beberapa aspek yang kerap dikaitkan dalam bidang kehidupan lainnya, termasuk sekolah dan pekerjaan rumah tangga.

4. Memiliki rasa hormat

Seni bela diri juga menjunjung rasa hormat. Meninju, menendang, melempar, dan mengunci semuanya merupakan hal yang sekunder dari rasa hormat yang ditunjukkan saat seseorang memasuki perguruan.

Anak-anak belajar membungkuk kepada para guru yang datang, serta membungkukkan badan kepada lawan sebelum mereka bertanding. Instruktur seni bela diri biasanya akan menanamkan cara hormat dan menginstruksikan siswa untuk mempraktekkan rasa hormat tersebut pada diri sendiri, orang tua, dan kerabat sekitar.

5. Anak Lebih percaya diri

Seorang anak yang terlibat dalam seni bela diri umumnya adalah anak yang percaya diri. Sistem peringkat sabuk memberikan mereka tujuan yang dapat diukur demi menempuh hal realistis untuk dicapai.

Rasa pencapaian yang dirasakan seorang anak dengan menguasai teknik baru atau lulus sabuk baru pun mampu membuatnya semakin percaya diri.

Ternyata banyak manfaat olahraga bela diri untuk anak. Jadi, sebagai orang tua, Anda tak perlu terlalu cemas saat anak tertarik dengan seni bela diri. Selain memiliki filosofi yang luhur, aktivitas bela diri akan mendukung pertumbuhan anak menjadi lebih optimal, karena terhindar dari serangan obesitas atau penyakit kardiovaskular.

Tunggu apa lagi? Yuk, libatkan si kecil pada aktivitas fisik ini! (Ar-01)