5 Tanaman Buah Langka & Berkhasiat ini Ternyata Ada di Bantul

Koordinator kebun buah langka Sedayu, Farida Septiana tengah menunjukkan salah satu jenis buah sawo langka yang berkhasiat. ( sutriyati/kabarkota.com).

(BANTUL) – Siapa tak mengenal buah sawo dan jeruk? Jenis buah-buahan ini sangat mudah ditemukan di pasaran. Umumnya, buah jeruk dan sawo lokal yang dijual selama ini berukuran kecil dan sedang.

Tapi tahukan Anda, di Bantul, tepatnya di Kebun Buah Langka Sedayu, ada berbagai jenis tanaman buah langka, yang tak hanya unik tampilannya tapi juga berkhasiat untuk kesehatan. Unik karena bentuk dan ukurannya tak seperti buah-buahan pada umumnya, yang sering kita lihat selama ini.

Koordinator Kebun Buah Langka Sedayu, Farida Septiana menyebutkan, di lahan seluas 5.000 meter persegi ini, tumbuh ratusan jenis tanaman buah langka, lokal, dan jenis buah impor.

“Paling banyak buah lokal 60%, buah impor 20%, dan 20% lainnya merupakan buah-buahan langka,” kata Farida saat ditemui di Kebun Buah Langka Sedayu, Jumat (6/7/2018).

Dari sekian ratus jenis tanaman itu, ada lima tanaman buah langka yang unik dan berkhasiat tumbuh di kebun milik Bonaventura Ardi Nugroho ini. Apa sajakah itu?

1. Buah Jeruk jari Buddha 

Jeruk jari Buddha ini merupakan tanaman buah impor yang biasa tumbuh di China dan sekitar Myanmar. Keunikan buah jeruk berukuran jumbo satu ini terlihat dari bentuk buahnya. Jika biasanya buah jeruk di Indonesia bentuknya bulat atau lonjong, maka jeruk jari Buddha ini bentuknya lebih mirip jari-jemari.

Buah dengan nama latin citrus medica var. sarcodactylis, di negara asalnya juga banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional yang berkhasiat untuk mengobati sakit maag, memperbaiki pencernaan makanan, dan menghilangkan masuk angin. Sementara rebusan kuncup daunnya juga dapat digunakan sebagai obat cacingan.

2. Miracle fruit

Pohon miracle fruit atau buah ajaib ini merupakan tanaman perdu yang diimpor dari Ghana, Afrika Barat. Bentuk buahnya kecil lonjong seperti buah melinjo, jika sudah matang warnanya merah.

Uniknya, jika buah ini dimakan sebelum makanan lain yang asam, pahit, atau asin, maka semua makanan tersebut akan menjadi manis. Itu karena efek dari kandungan Miraculin yang berlangsung sekitar 30-60 menit. Kandungan miraculin adalah molekul glicoprotein dengan rantai karbohidrat panjang yang bisa mengikat serta memblokir semua reseptor pengecap, kecuali receptor manis.

Buah ini dapat dikonsumsi oleh penderita diabetes karena bisa membantu diet gula. Bagi penderita kanker, buah ajaib ini dapat membantu meredakan rasa sakit, mampu menurunkan kolesterol, dan darah tinggi.

3. Kecapi Jumbo 

Tanaman buah dari semenanjung Malaka ini bisa tumbuh rindang dan tingginya mencapai 30 meter. Buahnya bulat panjang 5-6 cm dan berwarna kuning kemerahan. Di setiap buahnya terdapat 2-5 butir biji.

Khasiat dari tanaman Asia yang bernama latin Sandoricum Koetjape ini dapat mengurangi resiko penyakit jantung dan kanker, mencegah kepikunan dini (alzheimer), mengobati diare, dan kram perut.

4. Sawo hitam (black sapote)

Buah yang berasal dari Amerika ini memiliki citarasa manis seperti puding coklat. Meski kulit buahnya hijau kekuningan saat matang, namun daging sawo jenis ini coklat hingga hitam, dengan tekstur lunak berbiji.

Karena kandungan vitaminnya yang tinggi, buah ini dapat meningkatkan penglihatan, mengobati masalah kulit, pernafasan, insomnia, dan bisa juga digunakan sebagai pencahar alami.

5. Mamey Sapote 

Terakhir,  Mamey Sapote asal Mexico. Buah sawo satu ini memiliki nama latin pouteria sapota. Buah tersebut juga menjadi buah sawo terbesar di dunia dengan panjang 10-15 cm, dan berdiameter 8-12 cm. Tampilan buahnya mirip buah sawo pada umumnya, namun warna kulitnya pink kecoklatan. Sedangnya daging buah berwarna merah, rasanya manis,  dan berbiji tunggal.

Penasaran ingin melihat langsung buah-buahan langka yang tak dijumpai di pasaran tersebut? Sejak bulan Januari 2017 lalu hingga sekarang, Kebun Buah Langka Sedayu ini dibuka untuk umum, sebagai tempat wisata agro yang dibuka setiap hari, mulai pukul 08.00 – 16.00 WIB. (Sutriyati)