Ironi Indonesia di Mata Sandiaga Uno

Foto: Humas UGM

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Pendiri Saratoga Capital, Sandiaga Uno menyayangkan kondisi Indonesia yang masih mengimpor garam dan ikan, padahal 70 persen wilayahnya merupakan lautan. Padahal, Indonesia sesungguhnya memiliki potensi sumber daya pangan kelautan yang melimpah.

Sandiaga menjelaskan, tidak sekadar ikan dan garam, Indonesia juga masih bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan energi nasional. “Padahal hasil tambang Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia,” sesalnya.

Baca Juga:  Ingin Berstatus IPR, Penambang Harus Pakai Cara Manual

Menurutnya, penyebab terjadinya persoalan tersebut adalah karena jumlah pengusaha di Indonesia masih minim.

“Indonesia kaya sumber daya alam, tapi kita tidak punya perusahaan yang bisa mengolahnya. Akhirnya, kita hanya ekspor bahan mentah, diolah perusahaan asing, dan hasilnya dijual kembali ke Indonesia dengan harga yang mahal,” ujar Sandiaga Uno dalam acara CEO Talk the Walk di UGM, Kamis (18/2).

Karena itu, kata Sandiaga, anak muda harus terjun ke dunia bisnis, meskipun dalam membangun usaha tersebut, akan menemukan berbagai tantangan.

Baca Juga:  Konflik agraria di DIY tak usai, lahan pinggiran sungai terancam

“Tapi dari pengalaman itu kita belajar,” kata Sandiaga yakin. (Humas UGM/ Ed-01)