7 Tips Hindari “Pukulan” Harga saat Berwisata di Yogya

Suasana di kawasan Malioboro Yogyakarta (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Yogyakarta seolah menjadi magnet bagi wisatawan, baik domestik maupun turis manca negara. Kota Gudeg ini hampir tak pernah “tidur” karena keramaian, apalagi di musim liburan panjang atau akhir pekan.

Kata orang “Yogya itu Ngangeni (mengundang rindu)” sehingga tak sedikit wisatawan yang bolak-balik datang ke Yogyakarta, bahkan sekedar untuk mengobati kerinduan.

Tapi di sisi lain, masih ada saja oknum pelaku wisata di Yogyakarta yang menggunakan jurus “aji mumpung”, dengan mematok harga selangit, saat wisatawan berbelanja, menikmati kuliner, maupun saat menggunakan jasa transportasi umum.

Nah, untuk menghindari “pukulan” harga dan biar wisatanya tetap asyik di Yogya, berikut ini tujuh tips dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta:

Pertama, bawa peta wisata. Peta ini penting sebagai panduan untuk mempermudah wisatawan saat hendak menuju ke obyek-obyek wisata yang diinginkan, sehingga tak ada cerita tersesat.

Kedua, Parkir kendaraan pribadi di area parkir yang disediakan. Jangan lupa untuk meminta karcis atau tanda parkir yang resmi dan baru kepada petugas.

Ketiga, saat naik kendaraan umum, mintalah rute terdekat menuju obyek wisata. Jika menggunakan taxi konvensional, pilihlah taxi yang menyalakan argometernya sehingga mengetahui secara jelas berapa biaya yang harus dibayarkan kepada sopirnya

Keempat, apabila naik becak atau andong, sepakati dulu tarifnya sebelum berangkat.

Kelima, Jagalah keamanan barang-barang berharga selama berada di tempat umum maupun obyek wisata.

Keenam, saat berbelanja cinderamata atau barang-barang lain di pasar maupun pedagang kaki lima, sepakati harganya Biasanya barang-barang tersebut bisa ditawar 40% – 50% lebih rendah dari harga awal yang ditawarkan.

Ketujuh, jika ingin menikmati kuliner di lesehan Malioboro, mintalah daftar menu dan sepakati harga pastinya terlebih dahulu sebelum memesan. Mengingat, ada penjual kuliner lesehan di sana memasang daftar menu dan harga yang tak sesuai dengan harga makanan atau minuman yang sebenarnya. (Ed-02)