8 Obyek Wisata yang Romantis di Yogyakarta

Ilustrasi: salah satu sudut di benteng vredeburg Yogyakarta yang digunakan para wisatawan untuk menikmati kebersamaan (Sutriyati/kabarkota.com)

YOGYAKARTA  – Tak salah rasanya menjadikan Yogyakarta sebagai salah satu kota tujuan wisata favorit di Indonesia. Karena, selain keramahan masyarakatnya, Kota Gudeg juga menyimpan pesona yang sayang untuk dilewatkan oleh para pelancong.

Tak hanya kawasan malioboro, di Yogyakarta ini, para wisatawan juga dimanjakan dengan berbagai pilihan obyek wisata yang eksotis sekaligus juga romantis untuk menghabiskan waktu bersama orang-orang tercinta.

Berikut ini delapan lokasi romantis yang bisa jadi referensi untuk dikunjungi saat berada di Yogyakarta

1. Puluhan Lampion cantik di Taman Pelangi

Di pelataran Monumen Jogja Kembali, setelah matahari tenggelam menjadi tempat yang cocok untuk dikunjungi. Para wisatawan bisa duduk manis di pinggir kolam sembari mendengarkan alunan live musik dari panggung kecil  di sudut belakang kolam dan berdampingan dengan kedai minuman.

Pengunjung juga bisa menyewa panggung kecil itu untuk menyanyikan sebuah lagu untuk someone special. Hanya saja,  Taman Pelangi hanya buka sampai pukul 10 malam.

2. Makan Malam Romantis di Kolam Susu

Tempat yang diburu oleh para pecinta wisata kuliner  ini terletak di wilayah Seturan, Sleman. Meski namanya kolam Susu, tapi konsepnya seperti pusat kuliner, sehingga pengunjung bisa memilih berbagai jenis menu makanan.

Di tempat ini juga ada satu ikon unik dan selalu ramai, yakni jembatan cinta yang dilengkapi dengan dua kursi saling berhadapan dengan meja kecil berhiaskan lilin, akan membuat makan malam bersama orang terkasih semakin romantis.

3. Menjadi aktor Titanic di Kebun Buah Mangunan

Di atas tebing Kebun Buah Mangunan, pengunjung bisa berteriak kencang bersama pasangan untuk melepaskan penat atau bergaya ala Rose and Jack dalam film Titanic, kemudian meminta seseorang untuk memotretnya dari belakang.

Bedanya, pemandangan di Kebun Buah Mangunan ini bukan hamparan biru lautan, melainkan hamparan hijau dan kali yang berkelok-kelok seperti sungai amazon.

4. Menjadi ratu sunset di Istana Ratu Boko

Bangunan candi yang berbeda dari yang lain dengan lokasi lain ini sangat cocok untuk menghabiskan sunset tak heran, bekas Istana Ratu Boko banyak dikunjungi oleh kaum muda.

Dari bangunan yang seperti pintu dan jendela tanpa daun pintu, wisatawan bisa menyaksikan indahnya sunset dengan sinar cantiknya. Cocok juga untuk membuat foto siluet bersama pasangan.

5.Mengayuh sepeda atau odong-odong untuk wisata malam di Alkid

Alun-alun kidul juga menjadi lokasi yang romantis untuk wisatawan berwisata di malam hari, sembari mengayuh sepeda atau odong-odong hingga 3 putaran dengan tarif sewa relatif terjangkau. Selain itu, ada juga permainan  melewati beringin kembar sembari menutup mata yang sarat dengan mitos

6. Melihat Yogya dari puncak Bukit Bintang nan indah

Jika ingin melihat view seluruh kota Yogyakarta, maka Bukit Bintang yang terletak di Wonosari, Gunung Kidul bisa menjadi pilihan yang tepat.

Dari atas bukit ini, ketika malam hari akan terlihat pemandangan yang mengagumkan. Lampu-lampu yang terlihat seperti berkedip atau atau berjalan akan didapat. Sambil menyesap secangkir wedang jahe di tempat makan yang terletak di atas tebing, membuat malam semakin indah.

 

7. Berburu buku lama di Shoping Center

Bukankah buku adalah hal romantis? Karena setiap hurufnya akan tersimpan dan terperangkap selamanya di sana.

Di sinilah tempat untuk bernostalgia dengan mencari buku-buku lama yang sudah jarang di jumpai.Pengunjung hanya perlu menyebutkan judul buku dan nama pengarangnya, maka si petugas akan segera mencari buku yang dimaksud dengan harga yang bisa dinego

8. Bangunan lama Benteng Vredeburg

Benteng satu ini tidak hanya sebatas peninggalan jaman peperangan dulu yang identik dengan senapan, peluru, baju-baju perang, atau bahkan meriam yang sudah tidak terpakai. Di sini, pengunjung bisa melihat seperti apa perjuangan bangsa Indonesia. Patung-patung yang disusun untuk menceritakan setiap kejadian yang terjadi, ruang pemutaran film yang dirancang seperti bioskop mini, dan ruang diorama yang akan membuatmu berkata: ‘Inilah Indonesiaku’.

Bagian halaman yang luas dengan panorama klasik tempo dulu bisa kamu habiskan dengan menaiki sepeda untuk dinaiki dua orang. (Aras)