Ada Kejanggalan, Walhi Minta Apartemen Mataram City Diaudit

Logo Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi). (www.radarbangka.co.id)


SLEMAN (kabarkota.com)
– Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indinesia (Walhi) Yogyakarta, Halik
Sandera menyatakan pembangunan Apartemen Mataram City dan Condotel di Tegalkrapyak, Sariharjo, Sleman perlu ada pengauditan. Menurutnya, proses perizinan apartemen 18 lantai itu janggal.

 

Kejanggalan itu, Halik menjelaskan, tampak dari masih berjalannya proses
kajian, dari analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) dan dampak
lalu lintas, sementara proses tersebut berbarengan dengan pembangunan.
“Secara tahap, perizinan melanggar. Mestinya menunggu proses tersebut
selesai baru dilakukan pembangunan,” kata Halik kepada kabarkota.com, Sabtu (8/11).

Baca Juga:  Mitra Wacana Temukan 49 Perempuan Korban Trafficking di Kulon Progo

 

Halik menuturkan jika Walhi Yogyakarta sempat terlibat dalam pembahasan
dokumen Amdal Apartemen Mataram City dan Condotel itu. Akan tetapi,
pembahasan urung selesai justeru hingga saat ini Walhi Yogyakarta tidak
mendapat tindak lanjut dan apartemen sudah berdiri. (Baca juga: Bangun Apartemen Tertinggi di DIY, Ini yang Dilanggar Mataram City )

 

Ia menegaskan, secara prosedur harusnya pembangunan berjalan setelah
proses perizinan dan pengkajian selesai. Akan tetapi, kenyataan di
lapangan, pembahasan berbarengan dengan proses konstruksi bangunan.

Baca Juga:  Ingin Hemat Uang tapi Sulit? Coba 14 Langkah Berikut Ini

 

“Pengkajian itu menjadi dasar layak atau tidak apartemen tersebut berdiri. Secara aturan seperti itu,” ungkap Halik.

 

Pihaknya menyarankan ada proses audit pasca pembangunan selesai. Proses
audit tersebut meliputi dampak lingkungan, dampak pada kualitas air,
sesuai tidaknya dengan tata ruang, hingga dampak pada lalu lintas yang
baru akan dilakukan.

 

“Apartemen bisa ditutup sementara dalam proses audit. Apabila tidak layak, apatemen bisa ditutup,” ujarnya.

Baca Juga:  11 Hal yang Membuat Yogya jadi Incaran Pekerja

 

AHMAD MUSTAQIM