Air Sungai di Kali Kuning Sleman Mengalir Vertikal, Apa Sebab?

Fenomena air sungai yanv mengalir vertikal di Kali Kuning Sleman (dok. ig @sutopopurwo)

SLEMAN (kabarkota.com) – Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, melalui akun instagram pribadinya, baru-baru ini mengunggah video berdurasi 1 meniy 8 detik, tentang fenomena air sungai yang mengalir secara vertikal di Dusun Sambirejo, Desa Selomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, DIY.

Dalam caption videonya, Sutopo pada intinya menyebut bahwa kemungkinan hal itu terjadi karena ada lubang bawah tanah di sisi bendungan, sehingga air yang biasanya mengalir horisontal, menjadi vertikal.

Sementara, Kepala Dusun Sambirejo, Giyanto, saat dihubungi kabarkota.com, Selasa (12/2/2019) menjelaskan, yang sebenarnya terjadi dalam video yang beredar luas di media sosial, termasuk di akun milik Sutopo tersebut adalah di bawah Dam Kali Kuning yang dibangun sejak tahun 1976 itu terdapat lubang pengumpulan air mengunakan bis sumur.

“Waktu itu bangunan sudah dicor dan ditutup. Namun karena faktor air, lama kelamaan loubang tadi sedikit demi sedikit terkikis sampai di utara Dam, dan setelah 42 tahun baru diketahui kebocoran tersebut lewat bawah pondasi Dam,” ungkap Giyanto.

Hanya saja, menurutnya, saat ini kerusakan tersebut telah diperbaiki oleh UPT Sumber Daya Air di bawah pengawasan Dinas Pekerjaan Umum dan Kawasan Pemukiman (PUKP) Sleman bersama pihak ketiga. Karena sudah ditangani, dengan pemasangan batu dan cor, maka jembatan sudah tak bocor lagi. Jika nantinya sampa8li jebol lagi, kemungkijanakan sangat membayakan.

“Harapan kami, ada pembangunan untuk under Dam lagi di selatan serta talut yang panjangnya 150 dari dam,” pinta anggota Relawan Jogja ini. (Rep-01)