Aksi Bela Bung Karno Digelar di Yogya, Front Marhaenis: Trisila dan Ekasila Bagian dari Pancasila

Aksi Front Marhaenis DIY “Bela Martabat Bung Karno sebagai Penggali Pancasila dan Pemersatu Bangsa”, di kawasan titik nol km Yogyakarta, Senin (29/6/2020). (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Puluhan orang yang tergabung dalam Pront Marhaenis DIY menggelar aksi Bela Martabat Bung Karno sebagai Penggali Pancasila dan Pemersatu Bangsa, di kawasan titik nol km Yogyakarta, Senin (29/6/2020).

Dalam orasinya, Koordinator Aksi, Fokki Ardiyanto menyerukan, tudingan terhadap Bung Karno sebagai PKI itu fitnah. Selain itu, tuduhan trisila dan ekasila sebagai bentuk kebangkitan komunis itu juga salah, sehingga pihaknya berdalih aksi kali ini sebegai pelurusan sejarah lahirnya Pancasila.

Baca Juga:  Gerakan #2019GantiPresiden: Antara Pro dan Kontra

“Trisila dan ekasila itu bagian dari Pancasila yang dipidatokan Bung Karno pada 1 Juni 1945,” tegas Fokki.

(Dok. Kabarkota.com)

Sementara salah seorang orator yang juga pegiat Pancasila di Yogyakarta, Adi Lobo juga meyampaikan bahwa Pancasila adalah dasar Negara yang sudah final. Namun pihaknya menduga, saat ini ada sekelompok orang yang mengobok-obok Pancasila, dengan mengatasnamakan agama.

“Hari ini, banyak orang mulai mempermasalahkan soal gotong royong. Ada orang berteriak-teriak Agama ditaruh di bawah,” seru Lobo.

Baca Juga:  Sosialisasi Pembangunan Jalan Tol Yogya-Solo segera Dilakukan

Pihaknya juga mengatakan tak akan tinggal diam, ketika ada kelompok tertentu yang mengedepankan egoisme agama dalam berbangsa dan bernegara.

(Dok. Kabarkota.com)

Dalam aksi kali ini, selain membacakan pernyataan sikap, massa juga mengakhiri aksi dengan merusak simbol keranda yang bertuliskan HTI Khilafah, Neo DI/TII. (Rep-01)