Anak Suka Membantah dan Berbicara Kasar Jangan Dimarahi, Coba Atasi Dengan 5 Langkah Jitu Ini

anak berbicara kasar

Memiliki anak yang suka membantah atau berbicara kasar kepada orang tua ataupun orang saat ini sudah tidak heran lagi, karena anak-anak sudah menjadi sangat kritis. Jadi banyak bertanya hal yang baik yang bisa dilakukan ke anak-anak.

Pada masa yang serba canggih seperti saat ini kemajuan teknologi membawa dampak yang sangat pesat pada perkembangan anak, salah satunya anak-anak bisa belajar dari beberapa sumber yang berbeda. Namun, sayangnya anak menjadi terlalu bebas dalam menerima informasi dan kurang menyaring informasi yang ia dapatkan.

Anak Suka Membantah dan Berbicara Kasar, apa yang harus anda lakukan.

Terkadang, ketika anak-anak berbicara kasar kepada Anda untuk menyerang Anda agar memilki kendali atas diri Anda. Ada juga yang berkata kasar sebagai ekspresi dari emosinya ketika ada sesuatu yang tidak dia setujui, merasa sesuatu yang terjadi pada dirinya tidak adil, atau ketika ia merasa semua orang tidak mengerti dirinya. Lalu, bagaimana cara untuk menanganinya?

1. Jangan diambil hati

Anda memang bisa saja sakit hati karena ucapan anak, namun Anda perlu mengingat bahwa emosi anak-anak memang belum stabil, dia bisa meledak-ledak kapan saja.

Daripada membiarkan diri Anda sakit hati dan marah, sebaiknya Anda bisa langsung mengatakannya tidak boleh berkata seperti itu secara tegas saat ia memang sudah melewati batasan.

Baca Juga:  Ingin Selfie di Ketinggian Ekstrem? Di sini Tempatnya

Anda bisa berbicara tegas dan baik-baik, “Jangan berbicara seperti itu!”, lalu jangan biarkan anak Anda membalasnya. Sesudah berbicara tegas, segera berbalik dan pergi dari ruangan yang sama dengan anak.

Anda sebaiknya memberi tahu secara langsung bahwa perilakunya salah. Jika ia tidak mau mendengarkan, Anda bisa gunakan hukuman yang ‘menakut-nakutinya’, seperti ketika ia mengulangi lagi perbuatannya, maka ia akan dilarang bermain dengan gadget, sampai ia berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya.

Tidak masalah jika anak Anda tidak menyukai aturan ini, yang terbaik adalah memberi tahu apa yang baik dan tidak untuk dilakukan. Tanyakan juga pada diri Anda sendiri, apa yang ingin Anda ajarkan kepada anak Anda.

2. Persiapkan diri Anda

Suatu saat anak Anda akan tumbuh menjadi remaja dewasa. Pada masa ini, remaja memang akan sering melakukan hal yang tidak sopan termasuk berkata-kata kasar.

Anda tidak perlu terlibat dalam setiap pertengkaran, itu akan membuatnya semakin keras kepala. Targetkan batasan Anda, sejauh mana Anda perlu berdebat, jika sudah tidak sanggup, berbalik dan tinggalkan perdebatan itu.

Terkadang hal tersebut akan membuat anak Anda merasa bersalah. Tentunya sebelum meninggalkan ruangan, sebaiknya Anda menegaskan apa yang bisa diterima dan yang tidak.

Baca Juga:  Kecerdasan Anak Diwariskan Dari Gen Ibu Yang Cerdas Juga, Berikut Penjelasanya.

Yakinkan diri Anda bahwa ini adalah sesuatu yang benar untuk dilakukan. Jangan menyerah, ketika anak kembali berkata kasar. Cari kelemahan anak dan Anda bisa memberikan konsekuensinya ketika dia berbuat seperti itu lagi.

3. Coba strategi yang berbeda

Apakah anak Anda semakin membangkang dan berkata tidak sopan kepada Anda? Dia mencoba memegang kendali, inilah saat dialog internal perlu dilakukan.

Pertama, Anda harus selalu ingat, jangan ambil hati perkataannya, itu akan membuat Anda terbakar amarah juga dan berakhir pada adu argumen yang buruk.

Ketika pertama kali anak Anda berbicara kasar dan tidak lagi takut melakukannya, maka dia akan melakukannya terus-menerus. Tugas Anda adalah membuatnya mengubah perilakunya.

Setiap kali cara yang Anda terapkan tidak berhasil, Anda harus mencoba memikirkan apa yang akan dilakukan selanjutnya jika hal tersebut terulang kembali. Pikirkan kata-kata untuk menegur yang tidak tertebak oleh anak Anda.

4. Menjadi guru dan pelatih bagi anak

Pikirkan ketika Anda seusia mereka, apa yang Anda inginkan dari orangtua? Apakah Anda ingin didukung oleh orangtua? Ingin diperhatikan? Atau Anda hanya ingin didengar? Menjadi guru berarti Anda harus berusaha melihat dari berbagai sudut pandang, agar anak Anda mau mengikuti Anda.

Baca Juga:  Orang Tua Wajib Tahu Cara Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak Dengan 7 Hal ini

Anda harus membimbingnya dalam berprilaku yang benar dan mendorong mereka untuk berprilaku yang tepat. Tentukan target batasan ketika mereka salah.

Poin dari mengubah perilaku anak adalah bukan semata untuk menghormati Anda sebagai orangtuanya, namun agar dia bisa berinteraksi dengan dunia luas tanpa dengan sikap saling menghormati sesama.

Kita pasti mengharapkan bahwa kelak anak akan sukses secara finansial dan dapat diterima di masyarakat, sudah menjadi tugas kita untuk melatih anak agar bisa mencapai mimpinya tanpa harus meremehkan atau melakukan hal yang tidak baik terhadap orang lain.

5. Usahakan untuk tidak menegurnya di depan orang banyak

Seorang guru di sekolah mungkin bisa melakukannya, namun sebagai orangtuanya hal tersebut dapat membuatnya malu. Selain itu bisa jadi dua hal, anak Anda bisa tidak akan mengulanginya lagi, bisa juga prilakunya akan memburuk di masa depan.

Sebaiknya Anda menyelesaikan masalah tersebut secara pribadi, anak pun akan lebih fokus mendengarkan, bukan pada perasaan malu ditegur di depan umum.