Anggaran Dipangkas, KTP EL 22 Juta Penduduk Tertunda

Ilustrasi (disdukcapil.bandung.go.id)

JAKARTA (kabarkota.com) – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyebutkan, hingga kini, sedikitnya 22 juta penduduk Indonesia belum menerima fisik KTP Elektronik (KTP El), akibat pemangkasan anggaran di Kementerian.

Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri, Zudan Arif Fakhrulloh berdalih, awalnya target pencetakan blanko KTP El sebanyak 15 juta, namun karena ada pengurangan anggaran, jadi pihaknya hanya mamu menyediakan 4,7 juta blanko.

Baca Juga:  Percepatan perekaman e-KTP, camat Kalasan harapkan perbaikan alat

“Sedangkan penduduk yang KTP-nya belum dicetak itu 22 jutaan. Tapi baru tersedia 4,7 jutaan blanko KTP. Kalau penduduk semua rekam dan minta cetak pasti tidak cukup,” kata Zudan, seperti dikutip laman Kemendagri, Jumat (1/7/2016).

Sebelum ada pemotongan anggaran ini, Zudan menargetkan masalah kependudukan bisa segera rampung pada tahun 2016 ini. Ditjen Dukacpil Kemendagri mengoptimalkan kinerjanya sehingga sekitar 86 persen penduduk telah merekam KTP el dari jumlah wajib KTP yakni sekitar 182 juta jiwa.

Baca Juga:  Polda DIY Naik ke Tipe A, JPW sampaikan Catatan Kasus Hukum yang Belum Terselesaikan

Adapun upaya dari Kemendagri, kata dia adalah melakukan restrukturisasi daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA). Zudan mengaku, pihaknya masih menata anggarannya, mana saja yang menurut dia bisa dikurangi sehingga ada kelebihan untuk menambah pengadaan jumlah blanko yang dibutuhkan. (Rep-03/Ed-03)