Antisipasi Wabah Virus Corona, RS di Kota Yogya Pesan Pakaian Dekontaminasi

RSUD Jogja (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) –
Wabah Novel Coronavirus (2019-nCoV) mendorong rumah sakit untuk meningkatkan kewaspadaan, guna mencegah penyebaran virus dari Wuhan, Cina ini.

Salah satunya, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jogja yang melakukan kesiapsiagaan guna menghadapi kemungkinan terjadinya bencana wabah penyakit tersebut.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Jogja, Avy Susantini mengatakan, saat ini pihaknya sedang memesan Alat Pelindung Diri (APD) berupa 20 baju Hazmat atau Pakaian Dekontaminasi untuk melindungi para petugas kesehatan, jika nantinya menerima pasien dengan suspect 2019-nCoV.

“Ini sedang proses kami pesankan, tapi sebenarnya kami juga punya APD-APD yang memenuhi syarat,” jelas Avy di RSUD Jogja, Kamis (30/1/2020).

Pakaian Hazardous Materials (Hazmat) atau pakaian dekontaminasi merupakan APD yang terbuat dari bahan impermeabel dan digunakan untuk proteksi material berbahaya. Pakaian yang mirip baju astronot ini juga dilengkapi dengan alat bantu pernafasan mandiri untuk memastikan pemakaianya mendapatkan pasokan udara.

Baca Juga:  Ratusan Pelajar SMA/SMK dari 30 Kota akan Ikuti Kemah Pancasila di Yogya

Selain kesiapan peralatan untuk tenaga medis, RSUD Jogja juga telah menyiapkan tiga ruangan isolasi yang dilengkapi teknologi tekanan negatif di ruang Flamboyan. Meskipun, jika ada pasien yang suspect 2019-nCoV akan segera dirujuk ke Rumah Sakit yang telah ditunjuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Dua diantaranya, RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta dan RSUD Panembahan Senopati Bantul.

“Jika nanti ada pasien suspect (2019-nCoV) dan tegak pneumonia akan segera kami rujuk. Tetapi bila incase ada keterlambatan rujukan, maka kami masukkan dulu ke ruang Flamboyan (ruang isolasi),” Imbuhnya.

Baca Juga:  Pembubaran Acara AJI Berujung Desakan Evaluasi Kinerja Kapolda DIY

Pihaknya juga telah membentuk tim khusus yang terdiri dari sejumlah dokter untuk kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan masuknya pasien terjangkit virus corona. Rencananya, simulasi penanganan pasien 2019-nCoV juga akan digelar pada Jumat (31/1) besok.

Untuk pasien Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dan pneumonia di RSUD Jogja, lanjut Avy, tak ada perlakuan khusus untuk pemeriksaannya, selama tidak ada riwayat datang dari Negara terjangkit wabah, maupun kontak dengan orang-orang yang baru datang dari Negara tersebut.

Berdasarkan data dari Sistem Informasi Rumah Sakit (SIMRS) RSUD Jogja, sepanjang tahun 2019 ada 1.514 pasien ISPA, dan 229 pasien pneumonia, baik yang rawat jalan maupun rawat inap.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Jogja, Avy Susantini (dok. Kabarkota.com)

Sementara Humas RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Eka Budy Santoso mengungkapkan, sejauh ini, PKU Muhammadiyah Yogyakarta belum menerima pasien dengan suspect 2019-nCoV.

Jika nantinya ada pasien ISPA ataupun pneumonia dengan kecurigaan mengarah ke nCoV, maka menurut Eka, penanganannya akan disesuaikan dengan standar prosedur yang telah ditetapkan.

Baca Juga:  Pengesahan RUU Pilkada Diprediksi Mundur

Eka memaparkan, sepanjang tahun 2019, jumlah pasien ISPA yang rawat jalan sebanyak 271 (0.25%), dan pasien pneumonia 176 (0.16%) dari total 107.483 kunjungan pasien. Sedangkan untuk rawat inap, pasien ISPA 63 (64%), dan pneumonia 499 (5.10%) dari total 9.791 pasien rawat inap. (Rep-01)