Apa Urgensi Bela Negara Saat Ini?

Proses pengukuhan dan pelantikan pengurus Gerakan Bela Negara Daerah Istimewa Yogyakarta (GBN DIY) di Plasa Serangan Oemoem Satu Maret (1/10/2016) (Anisatul Umah/kabarkota.com)

YOGYAKARTA (Kabarkota.com) – Bertepatan dengan hari kesaktian pancasila 1 Oktober, Gerakan Bela Negara Daerah Istimewa Yogyakarta (GBN DIY) mengukuhkan dan melantik pengurus 2016-2020 di Plasa Serangan Oemoem Satu Maret, Yogyakarta. GBN berasumsi siap membela kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) khususnya di Yogyakarta.

Baca Juga:  Pancasila Dinilai Kurang "Menyentuh" Personal

Ketua panitia pengukuhan dan pelantikan pengurus (GBN DIY), Yuli Astuti Moyoretno mengatakan siap untuk membela Indonesia, meskipun apabila tidak didukung kita akan tetap maju. Menurutnya GBN siap untuk meluruskan pemahaman masyarakat yang dianggap melenceng.

“Kita akan memberikan pelatihan dan brosur dan kita akan bergerak ke kabupaten. Kita akan membuat program agar masuk ke pesantren-pesantren,” ungkapnya (1/10/2016)

Pernyataan tentang bela negara yang disampaikan Yuli, dimentahkan oleh Ahmad Syafii dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta. Syafii justru mempertanyakan urgensi dari bela negara. Selama ini, tambahnya, konsep bela negara yang disampaikan Organisasi Masyarakat (Ormas) hanya berbentuk ceremonial dan kegiatan berbentuk simbolis lainnya.

Baca Juga:  Bregodo Napak Tilas Jenderal Sudirman: Para Penerus Perjuangan di Jalur Dakwah

“Butuh melakukan program-program kongkrit,” jelasnya (1/10/2016).

Syafii menjelaskan sejauh ini konsep bela negara tidak memberikan kontribusi signifikan. Acara ceremonial yang dilakukan Ormas hanya akan jadi ajang pamer identitas dari Ormas tanpa bukti kongkrit.

“Bukti kongkrit pemerintah dalam hal ini apa? Jika dikaitkan dengan bela negara. Butuh sosialisasi terintegrasi interkoneksi dengan lembaga-lembaga negara. Misal anti imperialis kekayaan Indonesia, anti korupsi dan lain-lain,” pungkasnya (Rep-04/Ed-01)

Baca Juga:  Pengadilan masih Bermasalah, MaPPI Kenalkan Aplikasi Pantau Peradilan