Apartemen Mataram City Resahkan Warga Nandan

Bangunan Apartemen dan Condotel Mataram City di kawasan Jalan
Palagan Tentara Pelajar Yogyakarta yang sudah menjulang tinggi. (Sutriyati/kabarkota.com)

 

SLEMAN (kabarkota.com)
– Kehadiran Apartemen dan Condotel Mataram City di kawasan Jalan
Palagan Tentara Pelajar Yogyakarta, atau tepatnya di wilayah Jongkang,
Sariharjo, Ngaglik, Sleman membawa keresahan tersendiri bagi warga di
sekitarnya. Salah satunya warga Nandan, RT 5/RW 36, Sariharjo, Ngaglik,
Sleman yang berjarak sekitar 150 meter dari bangunan berlantai 18
tersebut.

Salah satu warga Nandan yang sempat ditemui kabarkota.com
di kediamannya, Duryat S mengaku, sejak awal rencana pendirian
apartemen itu, warga sekitar yang jaraknya paling dekat dengan lokasi
justru tidak pernah diundang sosialisasi. "Saya merasa warga di sini tidak sepenuhnya dilibatkan," kata Duryat, Sabtu (8/11).

Padahal, anggap Duryat, pelibatan warga itu menjadi bagian yang penting.
Mengingat, warga sekitar akan merasakan dampak langsung dari resiko
yang ditimbulkan dari keberadaan apartemen tersebut. "Dari hotel, waktu pembangunan, debunya sampai sini sehingga mengganggu warga," sesalnya.

Belum lagi ancaman limbah yang dikhawatirkan bisa mencemari sumur warga.
Termasuk, ancaman sumur kering ketika nanti Mataram City sudah mulai
beroperasi.

Persoalan lain, terkait dengan transportasi yang disinyalir akan semakin
menambah padat arus lalu-lintas yang berlalu-lalang di sekitar
pemukiman warga. Terlebih, selama ini mereka tinggal di daerah yang
padat arus lalu-lintasnya.

Hal yang tak kalah pentingnya, kata Duryat, terkait dengan perekrutan tenaga kerja dari kalangan warga sekitar. "Saya berharap, pihak manajemen apartemen itu datang kepada warga untuk
menawarkan pekerjaan, bukan warga yang disuruh melamarnya," pinta dia.

Senada dengan Duryat, seorang ibu rumah tangga di Nandan, Romiyati juga
mengaku tidak diuntungkan dengan keberadaan pemukiman elit tersebut
nantinya. Perempuan asal Magelang yang telah 18 tahun tinggal di Yogyakarta ini
juga sempat merasakan kebisingan saat apartemen itu mulai dibangun. "Kekhawatiran saya soal limbah yang masuk ke sumur," katanya.

Oleh karenanya, Romiyati juga berharap, agar ketika apartemen itu beroperasi nantinya, tetap bisa menjaga kebersihan dan ketenangan lingkungan di sekitarnya.

SUTRIYATI