ARJ Desak Tokoh Sisa Orba Mundur dari Panggung Politik

Aksi ARJ di kawasan Titik Nol KM Yogyakarta, Jumat (10/10). (Tria/kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Puluhan orang dari berbagai elemen yang tergabung dalam Aksi Rakyat Jogja (ARJ) menggelar aksi menolak kembalinya Orde Baru (Orba), di titik Nol KM Yogyakarta, Jumat (10/10).

Salah satu tuntutan dari aksi kali ini, mereka meminta agar tokoh-tokoh sisa Orba segera lengser dari panggung politik.

Loading...

Koordinator umum ARJ, Junaedi Siahaan menganggap, saat ini sisa orde baru telah merasuk dalam kekuatan mayoritas di parlemen.

Menurutnya, itu terbukti dari adanya dalih mayoritas kekuatan tersebut yang menjadi kekuatan tirani (kesewenangan) parlemen untuk menjatuhkan kekuasaan eksekutif.

Junaedi juga mensinyalir, ada upaya lain yang justru membahayakan NKRI, dengan isu Amandemen perundangan dan UUD 45.

"Saat ini, demokrasi kita sedang menunggu kematian," kata Junaedi kepada wartawan di sela-sela aksi.

Untuk itu ARJ secara tegas menyatakan penolakan atas Pilkada tidak langsung, dan upaya amandemen UUD 45.

Pihaknya juga mengajak masyarakat supaya tidak terpecah-belah dan segera merapatkan brisan untuk mencegah munculnya neo Orba.

Dalam aksi kali ini, selain membentangkan spanduk penolakan. Massa juga membawa keranda dengan kain hitam bertuliskan "RIP Demokrasi" yang dibakar saat pembacaan pernyatakan sikap.

Bahkan, sebagian massa juga sempat menghadang arak-arakan kendaraan TNI yang membawa tanki-tanki tempur yang melintas saat aksi berlangsung.

SUTRIYATI