Asyik di Warnet, Pelaku Penipuan Online Dibekuk Polisi

Press release ungkap kasus penipuan online di kantor ditreskrimsus Polda DIY, Rabu (23/3/2016). (sutriyati/kabarkota.com)

SLEMAN (kabarkota.com) – Sepak terjang EK, pelaku penipuan online yang sudah beraksi sejak pertengahan 2015 lalu berakhir sudah, ketika jajaran Ditreskrimsus Polda DIY membekuknya, di Bandung, Jawa Barat, 12 Maret 2016 lalu. Direktur Reskrimsus Polda DIY, Antonius Pujianito dalam keterangan pers di kantornya, Rabu (23/3/2016) mengungkapkan, saat dibekuk petugas, tersangka tengah berada di sebuah warnet.

Baca Juga:  Kasus Miras Oplosan Harus Dibongkar seperti Narkoba

Guna melancarkan aksinya, jelas Anton, pemuda 23 tahun asal Jakarta itu membuat email di salah satu toko online ternama, dan memasang iklan berbagai produk elektronik dan buku-buku harry potter di toko tersebut.

“Ketika ada pembeli yang membuka iklan tersebut dan menanyakan tentang ketersediaan barang serta harganya, tersangka menjawab seolah-olah barang yang diiklankan ada,” paparnya.

Namun, lanjutnya, setelah pembeli mentransfer sejumlah uang ke rekening tersangka, barang yang dijanjikan sesuai kesepakatan tak dikirimkan dengan berbagai dalih, seperti jasa pengiriman bermasalah.

Baca Juga:  Menag Prihatin soal Pengajaran Kitab Kuning di Pesantren

“Tersangka sebenarnya tidak memiliki barang yang diiklankan, karena hanya mendapatkan gambar barang dari internet yang kemudian ia pajang,” imbuhnya.

Dari pengakuan EK, sedikitnya 10 orang dari berbagai daerah termasuk Yogyakarta telah menjadi korban aksinya, dengan total pendapatan sekitar Rp 5 juta. “Rata-rata korbannya adalah para mahasiswa,” sebut Direskrimsus.

Akibat perbuatannya tersebut, EK yang kini telah ditahan di Mapolda DIY, dijerat dengan Pasal 45 ayat (2) UU ITE, dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara, dan denda paling banyak Rp 1 Milyar. (Rep-03/Ed-03)