Bangun Infrastruktur, Jokowi Ingin Tekan Impor Negara

Presiden Joko Widodo saat memberikan kuliah umum di UGM, Selasa (9/12). (Masjidi/kabarkota.com)

SLEMAN (kabarkota.com) – Pemerintah kembali menegaskan perihal kebijakan pengalihan subsidi BBM. Dana subsidi BBM yang setiap tahun sebesar Rp 1.300 triliyun ditambah dengan anggaran negara sebesar Rp 2.039,5 triliyun pada 2015 dapat membangun berbagai infrastruktur, diantaranya jalur rel kereta api di Papua, Kalimantan, dan Sulawesi; serta membuat empat bendungan untuk mendukung irigasi pertanian.

Baca Juga:  Di Balik Anomali Kemiskinan di DIY

Demikian Presiden Joko Widodo sampaikan dalam Kuliah Umum di Balai Senat, Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (9/12).

Menurut Jokowi, pembangunan untuk irigasi yang diperkirakan menghabiskan Rp 15 triliyun membutuhkan waktu minimal tiga tahun. Dengan terbangunan irigasi, kata Jokowi, diharapkan mampu meningkatkan hasil pertanian untuk mengurangi impor.

"Saya sudah koordinasikan dg menteri pertanian. Maksimal tiga tahun harus sudah swasembada pangan. Jika tidak swasembada, saya ganti menterinya," kata dia.

Baca Juga:  Twitter Luncurkan Aplikasi Baru

Disamping menekan impor, pihaknya ingin memperbaiki ketimpangan harga di beberapa wilayah Indonesia dengan perbaikan infrastruktur laut.

Rektor UGM, Dwikorita Karnawati menambahkan, pihaknya siap mendukung program yang akan pemerintah jalankan. Dukungan akan diberikan melalui hasil-hasil penelitian, seperti alat kesehatan, serta penguatan sektor hutan. Selain itu juga bantuan dengan melakukan pembinaan terhadap pulau secara mandiri, baik secara energi, dan menghasilkn budaya lokal.

Baca Juga:  Rumah Wartawan Radar Jogja Diteror Bom Molotov

"Sehingga visi menguatkan kedaulatan pangan sebagaimana program pemerintah dapat terwujud," kata dia. Ia berharap pemerintah mampu memfasilitasi koneksi perguruan tinggi dengan industri untuk mendukung hal tersebut.

Masjidi |Ahmad Mustaqim