Banyak CPNS di DIY tak Lolos Tes Kompetensi Dasar karena Ini

Para CPNS di lingkungan Pemda DIY tengah mengikuti TKD, Jumat (2/11/2018). (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Gatot Saptadi mengklaim, secara umum pelaksanaan Tes Kompetensi Dasar (TKD) bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 di lingkungan Pemda DIY, sejauh ini berjalan lancar.

Menurutnya, TKD bagi CPNS terbagi atas tiga, yakni Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

“banyak CPNS yang tak lolos, karena poin TKD-nya di bawah passing grade,” kata Gatot kepada wartawan di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Jumat (2/11/2018).

Berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) PANRB Nomor 37 Tahun 2018 tentang Nilai Ambang Batas SKD Pengadaan CPNS 2018, pemerintah menerapkan sistem passing grade atau nilai ambang batas. Salah satunya Passing Grade Formasi melalui jalur Umum, yakni 143 untuk TKP, 80 untuk TIU dan 75 untuk TWK. Adapun jumlah soalnya 100 soal, yang terbagi atas TWK 35 soal, TIU 30 soal, dan TKP 35 soal.

Sejumlah Peserta Kecewa Penerapan Passing Grade

Sementara, dari pantauan di lokasi TKD, Jumat (2/11/2018), sejumlah peserta yang ditemui kabarkota.com, mereka mengaku tak lolos seleksi, karena nilai TKP-nya tak memenuhi ambang batas.

Yeni, salah satu peserta tes dari Semarang Jawa Tengah mengaku cukup kecewa dengan penerapan sistem penilaian tersebut. Mengingat, dirinya tak lolos hanya karena poin TKP-nya di bawah ambang batas. Padahal hasil TWK dan TIU-nya di atas nilai ambang batas yang ditetapkan. Oleh karenanya ia berharap, ke depan sistem penilaian tersebut tak diterapkan lagi.

“Tolong jangan di-passing grade, karena salah satu aspek saja bisa menggugurkan semuanya,” pinta Yeni.

Ditanya terkait tingkat kesulitan TKP, ia menyatakan sulit dijelaskan, karena selain pertanyaannya panjang-panjang, hasil per jawabannya juga banyak yang tak terduga. “Misalnya, saya merasa bahwa jawaban saya sudah benar, tapi ternyata nilainya tak seperti yang saya harapkan,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan CPNS asal Kulon Progo, DIY, Yarkasi yang mengaku, hasil TKP-nya hanya kurang dua poin dari ambang batas, sehingga ia juga dinyatakan tak lolos.Ia juga menyebut, poin pertanyaan TKP lebih terkait pada profesionalitas CPNS ketika nantinya telah menjadi PNS. (Rep-03)