BBM Bersubsidi akan Naik, Harga Barang Diprediksi Naik 5 Persen

Ilustrasi (Sumber foto: liputan6.com)


JAKARTA (kabarkota.com) – Rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akan disambut Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).  Bila benar harga BBM naik, Apindo telah mengambil ancang-ancang untuk menaikkan harga barang-barang.

Ketua Umum Apindo, Sofjan Wanandi mengatakan, kenaikan harga barang tersebut sebagai langkah antisipasi para pengusaha karena diprediksi ada pembengkakan biaya operasional. Menurutnya, pihak Apindo sudah melakukan penghitungan.

Baca Juga:  Indonesia Telah Jadi Republik Kain Perca?

“Kalau harga BBM naik Rp 3.000, maka kenaikan harga mulai 5 persen," kata Sofjan Wanandi seperti dikutip liputan6.com, Jumat (24/10).

Sofjan menjelaskan, transportasi merupakan salah satu sektor yang akan terkena dampak langsung kebijakan tersebut. Sementara itu, ia melanjutkan, sektor industri belum tentu bisa langsung menaikkan harga barang. Jika akan ikut menaikkan harga barang, kemungkinan akan diberlakukan tahun depan. “Kami masih ada stok yang bisa didistribusikan," kata dia.

Baca Juga:  Buruh Rumahan, antara Ada dan Tiada

Sofjan mengaku Apindo mendukung rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM subsidi per 1 November 2014. Menurut Sofjan, dengan menaikkan harga BBM bersubsidi akan turut mempercapat reformasi ruang fiskal.

Akan tetapi, pihaknya merasa khawatir implementasi kebijakan menaikkan harga BBM subsidi yang sudah sejak lama diwacanakan bakal terlambat lantaran Jokowi tak kunjung mengumumkan nama-nama menteri dalam kabinetnya.

"Kalau pengumuman kabinetnya terlambat, (kenaikan harga BBM) juga terlambat. Itu pasti, karena menaikkan harga BBM harus dilaksanakan Kementerian terkait," ujar Sofjan.

Baca Juga:  Harlah Muslimat NU 2019, Presiden Jokowi & Khofifah Bicara soal Perbedaan

AHMAD MUSTAQIM